Peserta test CPNS tengah melancarkan protes ke panitia. (Foto: Gun Fals)

Ruteng, Floresa.co – Pemkab Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengklarifikasi terkait kericuhan waktu pembagian kartu tes PNS pada, Kamis malam 1 November lalu.

Kericuhan yang terjadi di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) di Ruteng itu menyisakan banyak pertanyaan, terutama soal kebijakan pencetakan dan pembagian kartu ujian yang semuanya diambil oleh Pemda. Sementara, di kabupaten lain, misalnya di Manggarai Timur dan Manggarai Barat, dilakukan secara mandiri oleh perserta melalui akun masing-masing.

Pasca kericuhan, Pemda membenahi sistem dan mengklaim sudah menyelesaikan pembagian. Berikut klarifikasi selengkapnya:

Pemda

Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai

Penjelasan Panitia Seleksi CPNS Kabupaten Manggarai Terkait Ricuh pada Pembagian Kartu Peserta Tes

Press Release

Sehubungan dengan situasi tidak kondusif yang terjadi pada hari pertama pembagian Kartu Peserta CPNS hari Kamis, 1 November 2018 di GOR Dinas Pendidikan, maka kami menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Kericuhan tersebut terjadi karena kekecewaan peserta yang telah mengantre sejak pagi, tidak terlayani dengan baik. Kekeliruan dalam proses/mekanisme distribusi menjadi penyebabnya. Panitia tidak menduga dan tidak mengantisipasi membeludaknya peserta pada hari pertama dari dua hari jadwal pembagian kartu peserta tersebut. Pada saat yang sama, semua peserta yang telah mengantre sejak pagi, berharap agar dapat segera dilayani. Karena tidak/belum dapat dilayani pada hari pertama, peserta (terutama yang datang dari jauh) menjadi kecewa, dan mengekspresikan kekecewaan tersebut dengan aksi yang kemudian diberitakan di sejumlah media dan menjadi percakapan di media sosial.

Panitia memahami kekecewaan tersebut dan juga menyadari bahwa proses pembagian kartu peserta ini berjalan tidak lancar karena alasan yang sudah dijelaskan di atas. Panitia juga menyadari bahwa peristiwa (kericuhan) tersebut telah menyebabkan ketidaknyamanan, baik bagi peserta, panitia, pihak-pihak yang terlibat, dan seluruh masyarakat luas.

Oleh karenanya, panitia menyampaikan permohonan maaf: Pertama, kepada para peserta yang mengalami kekecewaan dan tidak terlayani pada hari pertama pembagian itu terutama kepada Ibu-ibu hamil dan menyusui yang juga ada di tengah antrean, kedua, kepada seluruh masyarakat yang ‘mau tidak mau’ harus terlibat dalam diskusi yang ‘sedikit-banyak’ mengganggu kenyamanan bersama, dan ketiga, kepada pihak-pihak lain yang turut menjadi pihak yang dirugikan akibat situasi tersebut.

Atas pengalaman kurang menyenangkan pada hari pertama tersebut, Panitia kemudian dengan segera mengambil langkah-langkah antisipatif agar proses distribusi pada hari berikutnya dilaksanakan dengan baik;
Pertama, pasca-kericuhan di GOR, langsung mengumumkan kepada peserta bahwa distribus kartu peserta tes pada hari berikutnya dilaksanakan di beberapa titik, yakni di GOR untuk formasi tenaga kesehatan, halaman kantor BKPP untuk formasi tenaga teknis, dan lapangan Motang Rua Ruteng untuk formasi tenaga pendidikan. Pengumuman tersebut disampaikan melalui Radiogram di RSPD Suara Manggarai, disebar juga melalui laman facebook Humas dan Protokol Setda Kabupaten Manggarai dan melalui pesan via WA dan media lain kepada peserta.

Kedua, pada pelaksanaan hari kedua (Jumat, 2 November 2018) di tiga titik tersebut, meja-meja pelayanan diperbanyak dan mekanisme distribusi diatur dengan lebih rapi; ibu-ibu hamil dan menyusui diprioritaskan pelayanannya. Hasilnya, pada hari kedua proses distribusi berlangsung lancar dan berhasil melayani 2.537 peserta. Perlu diketahui, bahwa pada hari pertama, kartu telah didistribusikan sebanyak 2.917 peserta. Artinya, selama dua hari, telah terlayani 5.454 peserta. Sampai saat ini (dan akan tetap dilayani sampai menjelang proses registrasi pada hari tes) tersisa 329 peserta.

Ketiga, berdasarkan hal-hal tersebut, kami menyampaikan terima kasih kepada peserta yang telah mengambil kartu peserta tes CPNS, baik pada hari pertama dan hari kedua dan berharap agar peserta yang belum mengambilnya bisa segera menghubungi panitia di BKPP. Terima kasih juga karena peserta telah menghargai kerja keras panitia dengan mengikuti seluruh proses ini dengan baik. Terima kasih seluruh yang telah terlibat dalam proses ini, baik melalui diskusi untuk mencari solusinya maupun melalui tindakan nyata, sejak awal proses seleksi CPNS Kabupaten Manggarai sampai nanti pada pengumuman kelulusan. Semoga bagian-bagian selanjutnya dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana.

Sehubungan dengan beberapa diskusi yang berkembang seputar proses seleksi CPNS Kabupaten Manggarai, kami akan mencoba menjawabnya dalam bentuk FAQ (Frequently Asked Question) atau pertanyaan yang paling sering muncul/diperbincangkan pasca-peristiwa hari Jumat (1/11).

Tanya: Di daerah lain, peserta mencetak sendiri kartu peserta ujian CPNS. Kenapa Kabupaten Manggarai pencetakan dilakukan oleh Panitia Seleksi CPNS?

Jawab:

Ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar pengambilan keputusan/langkah tersebut:

Panitia bisa memastikan semua pelamar sudah memiliki kartu ujian, sehingga pelaksanaan CPNS pada proses registrasi pemberian PIN peserta menggunakan barcode scanner tidak terhambat karena (1) pelamar belum mencetak kartu ujian, baik karena lalai maupun karena masalah jaringan internet, (2) hasil cetakan sendiri (oleh peserta) tidak sempurna. Perlu diketahui, apabila cetakan kartu pelamar tidak sempurna maka kartu ujian tidak akan terbaca pada aplikasi pemberian PIN yang berakibat pada peserta tidak diperkenankan mengikuti ujian/tes.

Ada keluhan dari beberapa pelamar yang lupa password akun mereka karena pada proses pengisian dilakukan oleh orang lain atau di warnet.
Apabila ada masalah teknis dalam pencetakan kartu ujian maka panitia akan lebih mudah berkomunikasi dengan pihak teknis BKN sebagai pengendali portal SSCN.

Kebijakan ini diambil untuk membantu peserta, terutama yang mengalami kesulitan sebagaimana diuraikan di atas.

Tanya: Apakah itu berarti bahwa Panitia Seleksi CPNS mengetahui password akun peserta? Bukankah itu berpotensi pada terjadinya kecurangan yang menyebabkan kerugian di pihak peserta, misalnya: ada panitia yang dengan sengaja menggagalkan pelamar tertentu?

Jawab:

Pencetakan kartu peserta oleh Panitia tidak dilakukan melalui akun pribadi pelamar. Artinya, panitia tidak mengakses kartu tersebut dengan menggunakan password pelamar. Seluruh berkas yang sudah diunggah tidak dapat diutak-atik lagi, baik oleh peserta maupun oleh Admin dan User Panitia.

Panitia mengakses kartu peserta dari nomor registrasi dan NIK peserta. Pintu masuk aksesnya adalah password panitia yang sudah dibagi oleh Admin, dan bukan password atau email peserta.

Dengan dua penjelasan tersebut, maka sangat tidak mungkin Panitia dapat melakukan kecurangan yang merugikan peserta.
Kewenangan Admin dan User hanya sampai pada tahap pencetakan kartu.

Tanya: Apakah proses pencetakan oleh panitia seleksi ini dilakukan agar Panitia mendapat honor tambahan?

Jawab:

Honor panitia tidak diatur berdasarkan item per item kegiatan. Panitia mendapat honor ORANG KEGIATAN (OK). Artinya, dengan atau tidak dengan kebijakan pencetakan kartu peserta oleh panitia ini, jumlah honor yang diperoleh panitia tetap sama. Panitia, yang terdiri dari Unsur Muspida, LSM, Pers, PLN, Telkom, Perangkat Daerah terkait di Kabupaten Manggarai, bekerja berlandaskan SK Panitia serta petunjuk Teknis Penerimaan CPNS dari Kemenpan dan BKN.

Ruteng, 3 November 2018

Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai selaku Ketua Panitia Seleksi CPNS Kabupaten Manggarai Tahun 2018

MANSELTUS MITAK, S.H.

Catatan:

Rilis ini telah disampaikan oleh Sekda Kabupaten Manggarai kepada sejumlah wartawan dalam Jumpa Pers di Kantor BKPP Manggarai, hari ini Sabtu, 3 November 2018. Pada kesempatan tersebut Sekda Manseltus Mitak juga menyampaikan beberapa penjelasan lain terkait pelaksanaan seleksi CPNS Kabupaten Manggarai, termasuk waktu pelaksanaannya yang dimulai pada hari Minggu.

ARJ/Floresa

Advertisement