Peserta test CPNS tengah melancarkan protes ke panitia. (Foto: Gun Fals)

Ruteng, Floresa.co – Pembagian kartu ujian peserta test calon pegawai negeri sipil (CPNS)  di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 1 November 2018 berakhir ricuh.

Peserta kecewa dan mengamuk hingga menyebabkan fasilitas di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) yang menjadi tempat pembagian rusak.

“Tunggu dari pagi. Terus mau dibatasin waktu untuk hari ini. CPNS kecewa,” kata salah seorang peserta yang tidak ingin disebutkan namanya.

Menurut sumber tersebut, Pemda menerapkan aturan bahwa kartu ujian peserta dicetak oleh Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Sementara, di kabupaten lain, peserta bisa mengantongi akun beserta kata sandinya dan mencetak secara mandiri via online.

Hingga malam sekitar pukul 21.00 Wita, peserta yang sudah mengantri dari pagi merasa gerah dan akhirnya mengamuk.

“CPNS kecewa. Dibandingkan dengan Manggarai Barat dan Manggarai Timur, bisa print kartu peserta secara online. Hanya di Manggarai saja yang begini. Peserta 5000 lebih. Baru dilayani tidak sampai 2000,” kata sumber tersebut.

Lebih lanjut, tutur sumber tersebut, kebijakan pencetakan kartu ujian melalui BKD diduga syarat dengan kepentingan serta berpotensi terjadinya kecurangan. Pasalnya, hanya BKD bisa akses portal.

“Kalau BKD yang cetak, maka password peserta harus diberitahu ke pihak BKD sehingga banyak yang curiga adanya kecurangan nanti terkait hasil test,” katanya.

Dugaan lain dari sumber tersebut, aturan itu sengaja dibuat agar ada pengalokasian khusus anggaran dari khas daerah.

“Dugaan lain, BKD sengaja menerapkan aturan seperti ini supaya ada anggaran khusus yang seharunya tidak perlu,” ujarnya.

Kursi dan sing yang berserakan usai peserta test CPNS mengamuk di GOR di Ruteng, Manggarai. (Foto: Istimewa).

Sementara, sumber lain menyebutkan, aturan itu dibuat agar Pemda bisa mengalokasikan anggaran yang belum terpakai. Pasalnya, laporan penggunaan anggaran akan segera berakhir

“Daripada bingung mau diapakan, penerimaan CPNS 2018 dijadikan momen yang tepat untuk menghabiskan anggaran yang belum terpakait tersebut,” kata sumber lain.

“Merasa lucu dan iba dengan ribuan peserta yang mengantri dari pagi demi secarik kertas yang sebenarnya bisa diperoleh dengan mudah.”

Pasca kericuhan, untuk Jumat 2 November 2018, Pemda mengumumkan pembagian kartu ujian di tiga titik, yakni di GOR, di Lapangan Motang Rua, dan di kantor BKD.

“Tenaga guru, tempat pembagian di Lapangan Motang Rua. Tenaga teknis, tempat pembagian di halama depan kanto Badan Kepegawaian dan Pelatihan. (Dan) tenaga kesehatan, di GOR,” demikian bunyi pengumuman yang diteken Sekda Manseltus Mitak itu.

ARJ/Floresa