Jembatan Wae Cue yang menghubungkan Kecamatan Sater Mese Utara dan Kecamatan Sater Mese yang hingga saat ini belum selesai dikerjakan.

Ruteng, Floresa.co – Pembangunan jembatan Wae Cue, di Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai hingga kini belum tuntas. Usai diberitakan Floresa.co, Jumat 26 Oktober 2018 lalu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kabupten tersebut, John Bosco, merespons dengan memberikan sejumlah klarifikasi.

Menurutnya, proyek jembatan itu masih dalam proses pemeliharaan. Sehingga, menurutnya, wajar jika pengerjaan belum tuntas.

Berikut Delapan fakta-fakta pembangunan jembatan tersebut

Pertama, Siapa Kontraktornya?

Jembatan itu dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Resa Jaya yang diwakili oleh Dorothea Elsiana Koroh.

Kedua, Anggaran Pembangunan Sebesar 475 Juta

PPK, John Bosco mengatakan, proyek jembatan dengan panjang 8 meter dan ketinggian sekitar 5 meter itu dikerjakan dengan pagu anggaran Rp 475 juta dengan nomenklatur Pembangunan Jembatan Wae Cue (Jaong-Wotol) + Duiker Kecamatan Satar Mese Utara.

BACA JUGA: Dinas PUPR: Pembangunan Jembatan Wae Cue Tahun 2017 Memang Tidak untuk Dituntaskan

Ketiga, Pengerjaan Tidak Tuntas

Pengerjaan menggunakan anggaran tahun 2017 Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Setehun berlalu, hingga saat ini, belum juga tuntas.

Material seperti tanah dan batu masih menumpuk di ujung timur jembatan. Sementara, di ujung barat, sebuah lubang dengan kedalaman sekitar 8 meter menganga lebar karena ujung jembatan itu belum tersambung ke badan jalan.

Untuk dari dan ke kedua kampung itu, pengendara, baik roda dua maupun roda empat, harus melewati jalur alternatif yakni melintasi bantaran sungai. Namun, itu hanya berlaku pada musim kering. Saat hujang, harus memlilih jalur lain.

Keempat, Tidak ada Anggaran Penyelesaian di APBD Induk Tahun 2018

Walapun pengerjaan tidak tuntas, dalam anggaran tahun 2018, jatah untuk penyelesaian tidak ada. Sehingga, kata John, penyelesaiannya, menggunakan skema kegiatan swaklola dengan nomenklatur “Pemeliharaan Rutin Wilayah Kecamatan Satar Mese Utara”.

BACA JUGA: Ini Penjelasan Dinas PUPR Manggarai Terkait Proyek Jembatan Wae Cue di Satar Mese Utara

Lima, Perubahan Nomenklatur 

Lalu, karena jembatan tidak tuntas dikerjakan, pihak dinas PUPR mengubah nomenklatur dari “Pemeliharaan Rutin Wilayah Satar Mese Utara” menjadi “Rehabilitasi/Pemeliharaan Rutin Wilayah Kecamatan Satar Mese Utara/jalan pendekat wilayah Satar Mese Utara”.

Enam, Janji Perbaikan

Menurut John, sebenarnya, jembatan itu sudah mulai diperbaiki sejak 26 Oktober 2018 lalu. Pantauan Floresa.co, setumpuk batu dan kerikil tampak sudah  mulai ditempatkan di ujung timur jembatan itu. Tetapi, kata John, belum mulai dikerjakan karena keterbatasan alat berat.

BACA JUGA: Proyek Jembatan Wae Cue di Satar Mese Utara Mangkrak

Tujuh, 100 Juta Total Anggaran Perbaikan

Tahun ini, Pemda sudah menganggarkan dana sejumlah 100 juta rupiah untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut dengan sistem swakelola.

Delapan, Menghubungkan 2 Kecamatan

Jembatan tersebut menghubungkan 2 kecamatan di daerah Sater Mese yakni, kecamatan Satar Mese di Bagian Timur dengan Kecamatan Satar Mese Utara di bagian barat.

ARJ/Floresa