Floresa.co – Mengawali atau mengakhiri bulan Rosario, Gua Maria selalu menjadi destinasi favorit umat Katolik. Dan, untuk umat Katolik di Manggarai dan lebih khusus Manggarai Timur, Gua Maria Cincoleng menjadi salah satu destinasi favorit.

Kali ini, Minggu, 28 Oktober 2018, di Gua Maria yang terletak di Kecamatan Lamba Leda itu, ramai dipadati peziarah asal Paroki Santo Antonius Mbeling.

Meski akses ke Gua Maria ini tidak mudah, namun peziarah yang datang dari paroki yang setapak dari Lehong, Ibu Kota Manggarai Timur itu, mengaku senang karena bisa bersua Bunda Maria.

Apalagi, peziarah juga dimanjakan dengan kondisi alam sekitar yang tampak menawan hingga membuat suasana doa semakin khusyuk.

“Walaupun perjalanan jauh. Selain bisa berdoa dengan khusyuk, suasana dan keindahan alam di sekitar gua juga membuat kita puas,” kata salah seorang peziarah.

Peziarahan ini disempurnakan dengan misa kudus. Dipimpin Ketua Rombongan, Pastor Rikardus Nsalu, SMM  yang didampingi Pastor Rafael, SMM.

Dalam khotbanya, Pastor Rafael mengajak Umat Peziarah untuk berusaha Meneladani Santa Maria, dan memaknai perjalan ziarah dari Paroki Mbeling yang terletak di Desa Gurung Liwu, Kecamatan Borong itu hingga ke Gua Maria Cingcoleng sebagai sebuah contoh perjalanan manusia di bumi yang harus melewati berbagai cobaan menuju sebuah tujuan.

Gua ini secara adiministrasi pemerintah, berada di Kampung Ketang, Desa Tengku Leda, Kecamatan Lamba Leda. Sedangkan secara adiministrasi Gereja, ia terletak di Paroki Benteng Jawa, Kevikepan Borong, Keuskupan Ruteng.

Jika berkunjung ke tempat wisata religi ini, bisa  ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat baik dari Ruteng maupun dari Borong. Jarak dari Ruteng sejauh 57 km, dapat ditempuh dalam 2 jam. Jarak dari Borong sejauh 74 km, dapat ditempuh dalam 2,5 jam. Jalan yang dilalui cukup bagus.

Dari Benteng Jawa anda menambah lagi perjalanan menuju utara sepanjang tiga kilo meter hingga tiba di Gua Cingcoleng.

Sampai di gua ini, mata Anda akan dimanjakan oleh suguhah indahnya panorama hutan Werwitu yang berhadapan dengan persawahan warga kampung Ketang.

Masuk ke situasi di gua, di sini terdapat dua lubang pandang.

Lubang pertama ada di sebelah kanan patung Maria yang panjangnya kurang lebih dua kilometer dan menembus ke gua alam Werwitu yang berada di bagian timur.

Panjang lubang ini 2000 km. Namun sejauh ini pengunjung hanya bisa masuk sampai sejauh 600 meter. Sementara, lubang kedua berada di sisi kiri patung Maria dengan panjang sekitar 300 meter.

Cingcoleng dinilai sangat cocok untuk menjadi tempat pilihan destinasi religi.

Sebuah patung Bunda Maria setinggi 1,5 meter ditempatkan di bibir gua. Selain itu, ada juga sebuah kapel serta jalur untuk prosesi jalan salib.

Gua Cingcoleng menjadi habitat ribuan kelelawar.  Di dalam gua ini terdapat mata air yang mengalir keluar dan menjadi sumber air. Sama halnya dengan gua-gua kebanyakan, stalaktit dan stalagmit menjadi suguhan yang menambah keindahan gua ini.

Selain sebagai tempat ziarah bagi umat katolik, pengunjung di Gua Cingcoleng juga bisa melakukan aktivitas lain seperti menelusuri bagian dalam gua, tracking di daerah pertanian di sekitar gua.

Eugenia/ARJ/Floresa

Advertisement