Sejumlah warga mendorong sebuah mobil yang melintasi jalan yang rusak parah menuju Elar. (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Floresa.co – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyatakan akan mengerjakan 17,5 Km jalan provinsi yang rusak di wilayah Kabupaten Manggarai Timur pada tahun depan.

Dalam tahun anggaran 2019, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Yosef Nae Soi mengalokasikan dana sebesar Rp 636 miliar dari APBD I untuk pembangunan jalan provinsi di seluruh wilayah NTT.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTT, Andre W Koreh, berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran Penetapan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS), dana tersebut tidak termasuk untuk pembangunan jembatan, embung, pemeliharaan daerah irigasi, dan pembangunan daerah irigasi.

“Anggaran untuk jalan ini meningkat signifikan,” kata Koreh seperti dikutip kupang.tribunnews.com, Selasa, 16 Oktober 2018.

Di Pulau Flores, kata dia, Pemprov NTT memprioritaskan pembangunan ruas jalan provinsi Bealaing-Mukun-Mbazang di Kabupaten Manggarai Timur sepanjang 17,5 Km.

Untuk Pulau Timor, lanjutnya, Pemprov memprioritaskan pembangunan ruas jalan Bokong-Lelogama di Kabupaten Kupang sepanjang 40 Km.

Lalu, Pulau Sumba, pembangunan ruas jalan provinsi di Nggongi-Malahar di Kabupaten Sumba Timur sepanjang 20 Km.

Sedangkan untuk kabupaten-kabupaten lain yang ada jalan provinsi tapi tidak masuk dalam prioritas, tetap ada intervensi 4 Km per kabupaten.

“Jatah 4 Km itupun tidak dihabiskan dalam satu ruas jalan, karena ada jalan provinsi di kabupaten yang jumlahnya lebih dari satu ruas,” jelasnya.

Rosis Adir/Floresa