STKIP Ruteng (ist)

Borong, Floresa.co – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan St. Paulus Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dikembangkan menjadi Universitas Katolik.

Perubahan status itu tinggal menunggu surat keputusan (SK) defenitif Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, kata Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San, Pr di Borong, Kamis 4 Oktober 2018.

“Menristekdikti mau berikan SK defenitif universitas. Sebenarnya mau sekalian dengan wisuda. Muda-mudahan dalam waktu dekat Menristekdikti akan keluarkan SK.”

“Harus pakai nama, ‘Universitas Katolik Indonesia St. Paulus”. Menteri anjurkan begitu,” kata Mgr. Silvester.

Pada Sabtu, 6 Oktober 2018 lalu, bertepatan dengan wisuda sarjana sekolah tinggi tersebut, sebenarnya, Menteri Nasir hadir untuk membahas rencana pengembangan menjadi universitas.

Namun, Menteri Nasir membatalkan kunjungannya karena harus bertugas ke tempat lain.

Lebih lanjut, kata Mgr. Silvester, rencana pengembangan perguruan tinggi milik Keuskupan Ruteng itu atas inisiasi pihaknya dan didukung penuh oleh Menteri Nasir. “Atas inisiatif pihak STKIP. (Dan) pada prinsipnya (menteri) mendukung,” tambahnya.

Selain itu, katanya, faktor yang juga mendukung pengembangan ialah jumlah peserta didik di Manggarai Raya yang semakin meningkat. “Manggarai ini banyak sekali potensi mahasiswa,” katanya.

Sementara, pihak Kemenristek, lanjutnya mewajibkan pihak STKIP menambah minimal 6 jurusan dan 12 prodi. “Kemarin dia minta supaya kami memenuhi persyaratan minimal. Menteri minta jangan buat prodi atau fakultas banyak, cukup penuhi dulu yang 12,” ujarnya.

Dan, pihak STKIP sendiri, jelasnya, telah menyepakati persyaratan yang diajukan Kemenristekdikti.

“Kemarin sudah sepakat 14 jurusan. 6 eksata dan 8 yang biasa. Yang lain pending dulu. Gampang untuk ditambahkan. Dia mendorong kita. Kalau mau semua (banyak) lama verfikasinya,” ujarnya.

Namun, kata Mgr. Silvester, kendala yang masih dicarikan solusinya ialah menambahkan dosen. “Kita mengalami kesulitan paling berat adalah dosen. Kita berharap sekali, di Ruteng ini ada universitas,” pungkasnya.

Terpisah, Pakar Pendidikan, Pastor Darmin Mbula, OFM mengapresiasi inisiatif pihak STKIP serta sambutan positif dari pihak Kemenristekdikti untuk mengembangkan perguruan tinggi tersebut.

“Ini merupakan harapan baru usaha meningkatkan mutu pendidikan di daerah Flores. Saya gembira dan bersyukur bahwa akan ada Universitas Katolik di Flores.”

“Harapannya, sumber daya manusia di Flores khususnya, semakin berkualitas dan unggul agar mampu membangun peradaban kasih persaudaraan umat manusia  dan membangun negara kebangsaan yang sejahtera dan damai berdasarkan nilai-nilai Katolik dan Pancasila,” katanya.

Pastor Darmin yakin, pihak STKIP telah mempersiapkan segala kelengkapan pendukung dengan baik dan matang.

“Hanya mungkin saja perlu mempersipakan tenaga dosen yang berkualitas untuk prodi-prodi dan juga sejumlah fasilitas dan sarana pendukungnya,” harapnya.

ARJ/Floresa