Presiden Jokowi mengenakan slempang songke dan peci songke di Labuan Bajo, Minggu (27/12/2015). (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Floresa.co – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berencana membangun patung Presiden Joko Widodo di Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Biro Humas Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti mengatakan, rencana itu muncul dari keinginan masyarakat setempat untuk menghidupkan destinasi wisata ‘Pohon Asam Jokowi’.

“(Itu) keinginan dari kepala desa dan masyarakat setempat termasuk Pak Bupati. Jadi untuk memperkuat positioningnya destinasi digital yang sedang mereka bangun itu. Selain ada pohon asam Pak Jokowo mereka ingin juga menghadirkan (patung) Pak Jokowi untuk menjadi daya tarik orang ingin datang ke sana,” kata Guntur seperi dilansir Kumparan.com, Sabtu, 6 Oktober 2018.

Guntur melanjutkan, pembangunan patung Jokowi itu bakal diperuntukan sebagai wisata berfoto, hal ini serupa dengan patung ‘Jokowi naik sepeda’ di sejumlah badar udara.

“Pak Menteri mengistilahkan kalau di bandara ada spot poto (dengan) patungnya Pak Jokowi arahnya ke situ tuh. Ya patung kayak ‘Pak Jokowi naik sepeda’. Jadi bukan patung konstruksi. (Nanti) itu hanya spot foto, spot selfie destinasi digital,” terangnya.

Sementara, Guntur mengaku belum mengetahui rencana pembangunan patung Jokowi itu. Ia menuturkan, pembangunan itu bakal digarap langsung oleh pemerintah daerah NTT.

“Diserahkan kepada daerahnya, kapan rencana itu mau dibuat nanti dari pihak kita (Kemepar) siap memberikan asistensi maupun dukungan,” terangnya.

“Inisiatifnya datang dari daerah, Kemenpar menyambut baik sepanjang itu menambah nikan dan daya tarik destinasi,”imbuhnya

Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelumnya berkunjung ke Desa Tulakadi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis 4 Oktober. Desa tersebut memiliki pohon asam berejarah dengan Presiden Jokowi.

Singkat cerita, pada 20 Desember 2014, usai mengunjungi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Motaain, Jokowi menyempatkan diri duduk bersama warga di bawah pohon asam tersebut dan memberikan uang sebanyak Rp 112 juta kepada warga setempat. Kemudian, warga menamai pohon tersebut dengan sebutan ‘Pohon Asam Jokowi’

Kumparan/Floresa