Pelabuhan Laut Labuan Bajo. (Foto: Kupang.tribunnews.com).

Floresa.co – Pengusaha yang tergabung dalam Kadin Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan studi banding ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dalam rangka mengembangkan Pelabuhan Labuan Bajo.

Rombongan diterima Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Hermanta, dan jajarannya yang bertempat di Terminal Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin, 24 September 2018.

Charles Angliwarman, Ketua Kadin Mabar mengatakan pihaknya datang didampingi perwakilan dari pemerintah daerah dan unit pelaksana pelabuhan Labuan Bajo NTT.

“Kunjungan ini dalam rangka studi banding bagaimana agar di daerah kami juga bisa mengembangkan potensi yang ada sekaligus mengadopsi model pengelolaan pelabuhan yang modern seperti di Priok,” ujarnya seperti dilansir Binsi Indonesia, Senin, 24 September 2018.

Dia mengutarakan saat ini pelabuhan Labuan Bajo menjadi salah satu etalase Indonesia sebagai kawasan superprioritas untuk destinasi wisata internasional.

“Kita berharap ada pengembangan dengan mengkombinasikan pelabuhan sebagai destinasi wisata dan mendukung kegiatan ekonomi melalui aktivitas bongkar muat kargo,” paparnya.

Charles mengungkapkan rencana program pengembangan pelabuhan Labuan Bajo pada masa mendatang itu sudah dikordinasikan dengan semua unsur dan stakeholders terkait di NTT.

Iwan H., Kepala Unit Pengelola Pelabuhan Kelas 3 Labuan Bajo, mengatakan Pelabuhan Labuan Bajo memiliki dermaga sepanjang 245 meter dan lebar 12 meter dengan kedalaman 8-14 meter low water spring (mLWS).

Pelabuhan itu juga memiliki sarana pendukung antara lain lapangan penumpukan seluas 450 m2 dengan kapasitas 1.350 ton/m3, gudang 311 m2 kapasitas 5.600 ton/m2, terminal penumpang berkapasitas 200 orang, dan gedung kantor seluas 125 m2.

Hermanta mengapresiasi kegiatan kunjungan rombongan pengusaha logistik dan angkutan laut di NTT itu ke Pelabuhan Priok.

“Ini dalam rangka studi banding dan kita juga melihat kemungkinan sinergi termasuk mengenai potensi apa saja yang bisa dikembangkan ke depan,” ujar Hermanta.

Bisnis Indonesia/Floresa