Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat bersama tokoh Gereja Katolik di Keuskupan Atambua memasuki lokasi pertemuan pada Selasa, 18 September 2019. (Foto: dok.)

Floresa.co – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat menggelar audiensi dengan hirarki Gereja Katolik di Keuskupan Atambua pada Selasa petang, 18 Desember 2018.

Audiensi itu berlangsung di Aula St. Dominikus Emaus, yang diikuti sekitar 300 imam, biarawan/i dan tokoh awam di Keuskupan Atambua.

Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku Pr, menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan arah dasar Keuskupan, juga upaya Gereja mengubah mental umat dan bagaimana menjalankan pastoral pemberdayaan.

Ia menjelaskan garis besar program Keuskupan, yang tertuju pada sejumlah hal strategis, terutama pendidikan dan pengembangan kehidupan ekonomi.

Sebagai daerah perbatasan dengan negara tetangga Timor Leste, kata dia, Gereja bersyukur karena pembangunan infrastruktur sangat diperhatikan selama beberapa tahun terakhir.

“Gereja tetap berharap agar pembangunan daerah perbatasan terus ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Mendagri Tjahjo mengatakan, ia sudah lima kali datang ke Atambua.

Tjahjo menjelaskan, Presiden Joko Widodo secara khusus memperhatikan NTT dan berpesan agar bersama Gubernur, Keuskupan bekerja mensejahterakan rakyat.

Pesan lain presiden, kata dia, adalah perang terhadap narkoba, korupsi dan ketimpangan sosial.

“Presiden terus berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung pembangunan daerah tujuan wisata rohani,” tegasnya.

Ia menegaskan vitalnya peran Keuskupan dan tokoh-tokoh agama untuk menjaga NKRI.

“Tantangan kita saat ini adalah gerakan radikalisme dan terorisme yang sudah masuk ke NTT,” katanya.

Ia menyatakan, “Kita harus berani berperang melawan siapa saja yang hendak menggantikan ideologi negara.”

Sementara itu Gubernur Viktor menyatakan, pemerintahannya fokus pada upaya penanganan masalah perdagangan manusia atau human trafficking.

Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) periode 2018-2023. (Foto: Kompas.com)

Ia menyatakan mendukung dan mengintervensi secara anggaran Balai Latihan Kerja yang sebelumnya pernah dibuat oleh Keuskupan untuk pertukangan, penjahit dan keterampilan lainnya.

Viktor juga menyatakan komitmen agar tahun depan, NTT sudah bisa menyumbang dua juta metrik ton garam serta memasok daging sapi untuk nasional.

“Masalah utama adalah lahan dan pakan ternak. Lahan banyak, tapi banyak yang masuk kawasan hutan. Kita minta pada Menteri untuk keluarkan dari kawasan hutan,” jelasnya.

“Untuk pakan, selain rumput, kita akan kasi  makan lamantoro dan manggurangga. Karena itu, harus dibudidaya. Target kita mulai tahun ini ada 1 juta marungga yang kita tanam dan akan kita manfaatkan untuk konsumsi masyarakat, melayani permintaan pasar nasional dan internasional, juga untuk pakan ternak ,” tambahnya.

Romo Yohanes Kristoforus Tara OFM, Kordinator Komisi JPIC-OFM di Pulau Timor mengatakan, dialog itu sangat penting, baik bagi Gereja maupun pemerintah dalam upaya mencari dan menemukan jalan bersama menyelesaikan berbagai persoalan yg selama ini terjadi.

Pastor Yohanes Kristoforus Tara OFM. (Foto: dok)

“Gereja dan pemerintah harus saling mendengar dan bermuara pada satu gerakan bersama dalam membangun NTT. Bagi Pemerintah NTT, Gereja mesti menjadi mitra utama dalam seluruh proses pembangunan. Ada banyak sektor pembangunan yang bisa digagas dan dikerjakan bersama dengan satu tujuan, kesejahteraan bersama atau bonun commune,” katanya.

Kendati demikian, jelasnya, suara kritis profetis Gereja harus tetap dipertahankan.

“Gereja mesti tetap kritis terhadap berbagai hal yang berhubungan dengan nilai kebenaran, keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan,” katanya.

“Suara profetis Gereja dibutuhkan agar tata kelola pemerintahan tetap berjalan sesuai nilai-nilai komunal dan prinsip-prinsip good governance. Gereja menjadi semacam lonceng bagi pemerintah agar tetap berada dalam koridor yang benar,” tambahnya.

ARL/Floresa