Floresa.co – Menghabiskan waktu liburan di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) tak cukup hanya mengunjungi area lautan, pulau-pulau, melihat binatang purba Komodo dan menikmati keindahan pantainya.

Tak jauh dari kota yang konon disebut pelabuhan bangsa-bangsa itu, tersembunyi beragam tempat wisata alam yang tak kalah menarik.

Salah satunya, air terjun Perlamping yang terletak di Nobo, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling. Kandungan zat belerang serta bebatuan warna-warni, menjadi keistimewaan air terjun yang satu ini.

Jika hendak ke sana, Anda menempuh perjalanan darat menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat, selama kurang lebih satu jam dari kota Labuan Bajo. Melalui jalan TransFlores arah Kota Ruteng.

Sesampainya di persimpangan Ciki Nobo, setelah melewati area Dusun Culu, belok kiri. Lokasinya, tersembunyi di bawah Dusun Nobo.

Masuk ke Dusun Nobo pun sudah tidak sulit. Karena jalan yang sudah diaspal. Kendaraan bisa menjangkau sampai ke pemukiman warga. Setelah itu baru berjalan kaki selama kurang lebih 10 menit.

Saat semakin dekat dengan air terjun ini, percikan air akan terdengar. Demikian pun aroma belerang, juga sudah terasa. Suasana di sekitarnya pun sejuk. Pepohonan besar tumbuh subur menaungi area tersebut.

Yang paling memikat, pesona Air Terjun Perlamping terlihat dari warna bebatuan dan panorama di sekitar air terjun. Karena kandungan belerang, bebatuan di sekitar air terjun berwarna kemerahan dan kuning. Bebataun batu yang lain menghijau karena lumut.

Sumber zat belerang dari air terjun ini berasal dari kawah yang lokasinya sekitar 50 meter dari titik air terjun.

Air dari sumber belerangnya pun tidak panas. Namun, jika disentuh pada pagi hari, akan terasa hangat. Zat ini pun kemudian dibawa aliran air sampai ke air terjun. Air terjun ini terdiri dari dua pancuran.

Menurut warga setempat, Carles Deon, tekanan air yang jatuh dengan deras bisa dimanfaatkan untuk kesehatan. Jika berdiri memunggung tepat di bawah
pancuran air, terpaan air belerang terasa seperti pijatan.

Selain itu, kedalamannya juga hanya sekitar satu meter.

“Ini bagus untuk terapi kesehatan dan juga mengobati penyakit kulit,” kata Carles.

Keindahan air terjun ini belum banyak diketahui khalayak. Carles mengatakan, beberapa turis yang datang kebanyakan mengetahui lokasi ini dari warga setempat. Sampai saat ini pun, belum dipungut biaya apapun untuk masuk ke lokasi air terjun ini.

“Pernah ada bule (wisatawan mancanegara-red) datang. Tapi kebanyakan warga pribumi yang datang”.

“Dulu, orang-orang tahu karena banyak masyarakat yang membawa keluarganya yang mengidap penyakit kulit untuk mandi di air terjun ini. Pasti sembuh karena kandungan belerangnya,” pungkasnya.

Selain menikmati air terjun tersebut, Anda juga bisa menghabiskan waktu bersama warga setempat. Mengenal lebih dekat dan tenggelam dalam keseharian mereka. Berkebun, mengerjakan sawah dan lainnya.

“Wisatawan juga bisa menikmati aktivitas masyarakat seperti kegiatan menanam padi sawah, pengolahan kemiri secara tradisional,” pungkasnya.

AIB/ARJ/Floresa