Ini adalah Domikus Jehatu, warga asal Kampung Pane, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai yang tewas bersama isterinya Meliana Minur (24) dan bayi empat bulan mereka Apriliano pada 11 September 2018 di tempat tinggal mereka di mes perusahan perkebunan sawit di Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. (Foto Facebook)

Floresa.co – Kerabat dari warga asal Manggarai yang tewas di Kalimantan Tengah setelah tempat tinggal mereka terbakar mengungkap fakta yang mengarah pada adanya penyebab lain peristiwa naas yang terjadi pada Selasa malam, 11 September 2018 itu.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pasangan Dominikus Jehatu (34) dan Meliana Minur (24), bersama dan anak mereka, Apriliano yang berumur 4 bulan tewas, setelah tempat tinggal mereka di mes perusahan perkebunan sawit di Kabupaten Barito Utara tebakar.

Dominikus dan istrinya bekerja sebagai buruh panen buah sawit pada PT Antang Gada Utama (AGU) di Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara.

Informasi yang diperoleh Floresa.co, Domi merupakan warga asal Kampung Pane di Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Afrianus Jehabut (31), sepupu Dominikus yang mendatangi lokasi kejadian pada Rabu dinihari sekitar pukul 02.00 menjelasakan, ia melihat polisi dan beberapa warga mes sudah memenuhi lokasi kejadian.

BACA JUGA: Rumah Terbakar, Satu Keluarga Asal Manggarai yang Kerja di Kalimantan Tewas

Saat itu,  jelasnya, bagian dalam kamar sudah hangus terbakar dan semua korban sudah tewas.

”Kami tidak bisa langsung masuk untuk melihat kondisi korban. Tetapi, setelah polisi selesai memeriksa di dalam, kami masuk dan membantu membawa jenazah ke ambulans,” katanya, seperti dikutip Kompas.id.

Saya sempat melihat luka sayat di sebelah atas tengkuk Domi,” lanjutnya.

Afrianus menjelaskan, luka sayat yang menganga itu memiliki panjang sekitar 5 sentimeter dan cukup dalam.

Ia mengatakan ikut bersama polisi membawa ketiga jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh.

Afrianus menjelaskan, di mes itu terdapat enam kamar yang masing-masing berukuran 6×8 meter, tetapi hanya kamar Domi yang terbakar.

Agus, staf dari PT AGU menjelaskan, Domi merupakan karyawan tetap.

Ia mengaku belum mendapatkan banyak informasi terkait penyebab kebakaran atau tewasnya ketiga korban.

”Dalam kejadian seperti ini, perusahaan akan memberikan bantuan atau santunan kepada keluarga korban,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalteng Ajun Komisaris Besar Hendra Rochmawan mengatakan, pihaknya sedang melakukan identifikasi di lokasi dan belum bisa memastikan penyebab kejadian itu.

Floresa