Anggota DPRD Manggarai Timur, Mensi Anam. (Foto: Floresa).

Borong, Floresa.co – Anggota DPRD Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), Mensi Anam, menantang wakil bupati Adreas Agas menyelesaikan masalah guru-guru Tenaga Harian Lepas (THL) yang dipecat dan dipotong gaji sepihak oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Frederika Soch. Pasalnya, kata Mensi, hingga hari ini Agas belum memiliki sikap atas persoalan tersebut.

“Saya (saat rapat paripurna) minta pendapat operasional Pa Wakil Bupati Andres Agas terhadap persoalan yang ada. Kira-kira bagaimana sudah jalan keluarnya,” kata Mensi usai mengikuti Rapat Paripurna di Kantor DPRD kabupaten itu, Kamis, 5 September 2018.

Menurut Mensi, pentingnya mengetahui sikap Agas mengingat sebentar lagi ia akan menjadi penjabat bupati menggantikan Yosep Tote yang bertarung di pemilihan legislatif 2019.

Tote mencalonkan diri sebagai DPR RI dari partai Demokrat daerah pemilihan NTT satu meliputi Flores, Lembata, Alor dan pulau kecil lainnya.

Lalu, pada Maret 2019, ia secara resmi dilantik menjadi bupati.

“Karena sebentar lagi kan Bupati Tote mengundurkan diri. (Lalu) Pa Wakil pasti akan dilantik menjadi penjabat bupati. Tidak tunggu maret lagi kan,” katanya.

“Jadi, bagaimana cara penyelesaian ini,” lanjutnya.

Menanggapi tantangannya itu, Agas yang turut hadir dalam paripurna tersebut, kata Mensi, berjanji sesegera mungkin menyelesaikan soal itu.

“Kalau boleh penyelesaiannnya tidak boleh bertele-tele. Dan harus segera bayar. September (2018) ini, gaji harus segera dibayar,” tutupnya.

Selain itu, kata Mensi, Agas juga menyesali sikap pemerintah yang serampangan menyampaikan sikapnya kepada media yang menyebabkan masalah menjadi bias dan berlarut-larut.

“Kalau boleh ke depan, harus ada SOP-nya. Jangan omong sembarang ke media. Omong apa, harus bagaimana, harus ada standar prosedurnya ke media. Harus mengerti soal,” jelas Mensi mengulang pernyataan Agas.

ARJ/FLORESA