Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) periode 2018-2023. (Foto: Kompas.com)

Floresa.co – Viktor Bungtilu Laiskodat, yang resmi menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Jakarta, 5 September 2018 berjanji akan menghentikan seluruh aktivitas pertambangan di wilayahnya.

Kebijakan itu adalah salah satu yang akan dia implementasikan dalam waktu dekat ini.

“Tambang, seluruhnya kami moratorium,” ujar Viktor di Istana Presiden, Jakarta.

Selama moratorium itu, ia serta tim khusus akan meneliti apakah aktivitas pertambangan tersebut sudah memenuhi peraturan dan perundangan atau belum, sermasuk soal apakah aktivitas itu layak atau tidak.

Viktor mengatakan, NTT merupakan daerah dengan kekayaan alam yang indah. Ia tak mau aktivitas pertambangan merusak keindahan tersebut.

“Itu tempat orang kecil namun indah. Jadi,  orang kecil dan indah itu, tidak boleh dan tidak bisa diganggu,” ujar Viktor.

Ia mengatakan  akan mengoptimalkan produksi pertanian dan peternakan.

“Pertanian, karena lahan kering, kami akan dorong untuk multikultural. Kami serius pada multikultural. Program nasional kan ada jagung, padi dan kedelai,” ujar Viktor.

Selain itu, Viktor yang berpasangan dengan Josef Nae Soi juga akan fokus menangani masalah pengangguran, kemiskinan serta angka perdagangan manusia yang cukup tinggi di NTT.

Viktor menggantikan Frans Lebu Raya, gubernur yang dua periode memimpin NTT.

Selama era kepemimpinan Lebu Raya, dikenal royal menebitkan izin usaha pertambangan (IUP).

Menurut Jaringan Advokasi Tambang, hingga tahun 2018 masih dikepung 309 izin tambang, yang tersebar di 17 kabupaten di NTT.

ARL/Floresa

Advertisement