Melkior Marseden Sahamu. (Foto: Floresa).

Floresa.co – Melkior Marseden Sehamu (27), korban penganiayaan oleh penyanyi Rensi Ambang akan melaporkan kejadian itu ke Polres Manggarai hari ini, Senin, 27 Agustus 2018.

Langkah itu ditempuh karena ia menganggap perbuatan Rensi dan keluarganya telah merugikan dirinya.

“Saya tidak bisa terima perbuatannya itu. (Apalagi) dia buat viral ini video di medsos sehingga nama baik saya juga tercemar,” kata pria yang disapa Eki itu saat ditemui di rumah keluarganya di Labuan Bajo, Minggu malam, 26 Agustus 2018.

Ia juga menyebut, bukan hanya dirinya yang dirugikan, tetapi juga keluarganya.

“Keluarga saya ini buka cuma satu, juga dengan (dari) Macang Pacar, saya punya keluarga semua, sehingga saya tidak terima perbuatannya itu,” katanya.

Eki lahir dan dibesarkan di Bari, Kecamatan Macang Pacar, sementara ayahnya berasal dari Nampar Macing, Kecamatan Sano Nggoang.

Ia menyatakan, saat mendatangi rumah Rensi pada Kamis, 23 Agustus 2018, ia sudah membawa bir dan rokok, seperti lazimnya dilakukan oleh orang Manggaarai agar persoalan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Niat saya memang meminta maaf,” katanya.

Ia mengaku tidak menyangka menerima penganiayaan.

Baca juga:

Melky berharap, Polres Manggarai menerima laporannya serta menindaklanjutinya sehingga hak-haknya bisa dijamin dan dilindungi.

Sebelumnya, sejak Sabtu, 27 Agustus 2018, viral di Facebook, video siaran langsung berdurasi 11,18 menit, di mana Rensi sedang menganiaya Eki.

Eki dituding telah mengganggu isteri Rensi lewat chattingan di Facebook. Dalam video itu, Eki mengakui perbuatannya dan menyatakan sudah bersalah, lalu meminta maaf.

Tampak Rensi dan keluarganya beberapa kali memukul Eki.

Setelah video itu ramai dibicarakan netizen, Rensi menyampaikan permohonan maaf dalam sebuah video berdurasi 3,45 menit yang beredar pada Minggu, 26 Agustus.

“Saya sebagai suami merasa tersinggung dan merasa dilecehkan sehingga berujung pada aksi spontan berupa tindakan kekerasan,” imbuh Rensi.

Menurutnya, persoalan dengan Eki telah selesai dengan mekanisme di luar jalur hukum, atas permintaan Eki.

Permohonan maaf Eki, kata dia, juga telah dikabulkan oleh keluarganya.

“Selanjutnya, atas tindakan kami yang telah mempertontonkan secara langsung video kekerasan itu di media sosial dan berdampak munculnya polemik dan melukai hati para netizen dan Saudara Eki serta keluarga, saya Rensi Ambang, atas nama pribadi dan keluarga, dari lubuk hati yang paling dalam menyatakan penyesalan dan permohonan maaf sedalam-dalamnya,” katanya,

“Sebagai insan biasa, tentu saya tidak luput dari kekurangan. Sekali lagi, saya mohon maaf,” ujarnya.

ARJ/Floresa

Advertisement