Korban saat dievaluasi Tim SAR.

Labuan Bajo, Floresa.co – Nasib naas menimpa Aris (20) dan Steni (19), Kabupaten Manggarai yang tenggelam hingga menghembuskan nafas terakhir di Pantai Pede, Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada, Jumat 23 Agustus 2018 sore.

Korban Aris berasal dari Cancar, kecamatan Ruteng sedangkan Steni berasal dari Lalong, Satar Mese.

Faldi, rekan kerja Aris di Hotel Bintang Flores Labuan Bajo, menceritakan saat-saat terakhir sebelum ajal menjemput sahabatnya itu.

Menurut Faldi, beberapa jam sebelum kejadian, sekitar pukul 02.30 Wita, saat keduanya hendak pulang dari tempat kerja, ada seorang rekan kerja mereka yang memintanya mengisi bensin motor di SPBU. Faldi mengabulkan permintaan tersebut.

“Kami dua kan tadi masuk pagi to? Sekitar jam setengah tiga kami pulang,” katanya. “Pas ada kakak senior masuk jam satu, mita antri bensin di pertamina (SPBU),” katanya.

Sebelum ke SPBU, Aris juga meminta Faldi untuk mengantarnya pulang ke rumahnya. Faldi juga mengabulkannya.

“Sampai di rumah (Aris), saya langsung pergi antri bensin. Dan saya bilang (kepada Aris) habis isi bensin saya mampir ke sini (rumah Aris),” tuturnya.

Dalam perjalanan pulang dari SPBU, Aris menelepon dan mengajaknya ke Pantai Pede yang juga langsung diiakan Faldi.

Dan sesampainya di lokasi, saat Aris dan dua rekannya hendak mandi, Faldi sempat memintanya untuk tidak berenang karena kondisinya yang masih sakit. Namun, Aris mengabaikannya.

“Tidak usa mandi saja kau. Kau lagi sakit,” ujar Faldi. “Biar saja. Mandi sedikit saja,” tutur Faldi meniru bantahan Aris.

Lalu, saat Faldi hendak meninggalkan Pantai Pede menuju ke hotel, tiba-tiba seorang yang juga ikut berenang dengan Aris dan Steni berteriak meminta pertolongan.

“Mereka bertiga tadi mandi. Satu orang saja yang selamat, dia yang minta tolong tadi,” kata Faldi. Namun, nyawa Aris dan Steni tidak bisa diselamatkan.

Sementara, Marselinus Ngempo yang ikut berenang dengan Aris dan Steni, ketiganya berenang sejauh 75 meter dari bibir pantai. Karena keasyikan, tak merka sadari mereka sudah sampai di kedalaman 2 meter.

“Karena air semakin dalam, saksi berusaha berenang ke tepi pantai, namun kedua korban yang diduga tidak bisa berenang, tenggelam,” kata Marselinus seperti yang disampaikan Basarnas sesaat setelah kejadian.

Usai kejadian, jasad kedua korban langsung diantar ke puskesmas terdekat. 

ARJ

 

 

 

Advertisement