Sejumlah pipa terlentang di atas tanah di samping bak air Gua Firdaus, Labuan Bajo. (Foto: Floresa).

Labuan Bajo, Floresa.co Dugaan penyelewengan anggaran dalam proyek air minum di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar) sudah pernah ditangani penegak hukum.

Namun, sejak 2014 upaya pengusutan terhadap proyek-proyek itu dilakukan, tidak ada hasil yang jelas.

Pada akhir tahun 2014 misalnya, pihak Polres Mabar sudah mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait, termasuk dari Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, berkaitan dengan proyek air minum dengan total anggaran senilai 5.7 miliar.

Hingga saat ini, tidak ada laporan lagi terkait perkembangan penanganan kasus itu.

Pada Juni lalu, Kejaksaan kembali memangil sejumlah pihak untuk diminta keterangan berkaitan dengan proyek pengadaan pipa tahun 2017 dengan sumber dana dari APBN yang nilainya dilaporkan 5 miliar.

Pada saat itu, Julius Sigit, Kepala Kejaksaan mengatakan, pengusutan proyek itu dilakukan setelah mereka mendapat pengaduan dari masyarakat.

“Ada laporan masyarakat. Dan kita cek, ternyata pipa tidak mengeluarkan air,” katanya kepada para wartawan, Selasa, 4 Juni 2018.

Ketika pada Kamis, 16 Agustus 2018 ditanya terkait perkembangan kasus itu, Sigit menyatakan perlu bersabar.

“Ini kan baru kita monitor,” katanya.

Ia menjelasakan, belum dilakukan serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) proyek itu.

“Artinya masih tanggung jawab kontraktor. Walaupun ada persoalan tentang pelaksaan, itu soal lain,” jelasnya usai mendampingi Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula saat memberi konferensi pers sebelum perayaan HUT RI ke-73.

Menurutnya, pihak kejaksaan belum bisa menangani sebuah kasus jika masih dalam tahap pemeliharaan.

BACA JUGA:

“Kejaksaan itu, ketika menangani suatu kasus dilihat apakah proyek itu masih berjalan atau tidak,” katanya.

“Tunggulah saatnya. Kita berikan yang terbaik untuk Manggarai Barat,” kata Sigit.

Meski telah menelan dana pemerintah miliaran rupiah, saat ini Labuan Bajo masih belum bebas dari krisis air.

Selain banyak pipa yang tidak terurus, sejumlah bak penampung, termasuk yang dibangun pada tahun lalu juga mubazir.

Ferdinand Ambo/Floresa

Advertisement