Ini adalah hasil rontgen yang memperlihatkan proyektil di dalam kepala Ferdinandus Taruk, warga Sondeng, Kelurahan Karot, Kabupaten Manggarai, yang menjadi korban penembakan pada 27 Maret 2018. (Foto: dok)

Ruteng, Floresa.co – Salah satu anggota Polres Manggarai ditetapkan menjadi tersangka kasus penembakan Fredinandus Taruk, warga Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Penetapan ini dilakukan sejak awal bulan ini, meski baru diketahui publik pada hari ini, Senin, 13 Agustus 2018, saat VD, inisial tersangka itu mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Ruteng.

VD dilaporkan sudah ditahan di Polres Manggarai sejak 2 Agustus lalu.

Fredy, pemuda 24 tahun ditembak saat sedang asyik bercengkerama dengan rekan-rekannya di Sondeng, Karot pada Selasa tengah malam, 27 Maret 2018.

BACA JUGA:

Sepekan kemudian, ia  menghembuskan napas terakhir di RSUD dr Ben Mboi Ruteng dengan proyektil masih bersarang di kepalanya.

Hasil uji laboratorium kemudian menemukan bahwa proyektil – yang sudah diangkat dari kepala Fredy saat otopsi – adalah proyektil untuk senjata organik, bukan senapan angin yang biasa dipakai warga sipil.

Keluarga VD: Dia Bukan Pelaku

Langkah Polres Manggarai menetapkan tersangka kini dipersoalkan oleh keluarga VD, yang meyakini bahwa VD bukanlah pelaku.

Piter Bora, ayah VD, mengatakan, dirinya sudah bertanya kepada putra sulung dari tiga anaknya itu.

”Saya dengan anak saya ini seperti sahabat. Saya tanya dari hati ke hati. Anak saya bilang, ‘Bapa, saya tak akan pernah berbohong. Saya ini bukan pembunuh. Kalau saya tidak jujur, maka saya akan mati tidak wajar’,” ujar Piter meniru ucapan anaknya.

Kepada keluarganya, VD menuturkan, saat malam kejadian, ia bertugas mengamankan PT Inti Harum Sentosa di Redong, Ruteng.

“Kami sangat keberatan dengan penetapan anak saya jadi tersangka. Saya tidak yakin bahwa anak saya ini pelaku. Makanya kami sudah lakukan praperadilan lewat kuasa hukum yang kami percayakan,” tutur Piter.

Sidang praperadilan dipimpin oleh Hakim Tunggal Consila Ina Palang Ama.

Pemohon didampingi kuasa hukumnya dari kantor advokat Erlan Yusran.

Agenda sidang pertama yakni pembacaan permohonan pemohon dan tanggapan dari termohon yakni pihak Polres Manggarai.

EYS