Floresa.coSebuah petisi online yang menggalang dukungan publik untuk menolak pembangunan sarana wisata di Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat Mabar) sudah meraih dukungan lebih dari 42 ribu.

Petisi itu baru diluncurkan pada Senin kemarin, 4 Agustus 2018, bersamaan dengan digelarnya aksi unjuk rasa masyarakat dan aktivis di Labuan Bajo, ibukota Mabar.

Petisi yang ditujukan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu digagas untuk menentang pembangunan, diduga untuk hotel, di area Pulau Rinca dan Pulau Padar oleh PT Komodo Segara Lestari dan PT Komodo Willdlife Ecotourism.

“Komodo merupakan salah satu hewan langkah yang tersisa dan harus tetap dijaga kelestariannya,” demikian tertulis dalam petisi itu.

Dengan adanya “rencana pengelolahan 300 hektar di Pulau Padar dan 22,1 hektar di Pulau Rinca, bagaimana mungkin Taman Nasional Komodo dari kawasan konservasi kemudian akan berubah menjadi destinasi investasi oleh para pihak investor.”

“Biarkan Komodo hidup secara alami di habitatnya. Jangan tambahkan bangunan yang akan mengganggu habitat mereka,” demikian isi petisi itu, yang hingga pukul 11.15 Wita sudah ditandatangani oleh 42.236 orang.

Maya Seran, salah satu penandatangan petisi ini menulis, Saya tidak ingin makluk hidup di sana terusak habitat nya akibat invesitor yang serakah, saya juga tidak mau melihat keindahan pulau komodo, pulau padar jadi tembok beton.”

Pendukung lain, Khairun Nisa meyatakan, “please jangan melakukan sesuatu demi uang yg akan merusak kehidupan komodo disana, itu rumah mereka itu lahan mereka.”

“Kami sebagai pencinta alam tugasnya melindungi mereka agar mereka aman dari para pelaku investor yg tidak memikirkan makhluk hidup lainnya, tolong pak Jokowi tindakin lebih lanjut, tempat itu indah jangan di usik dengan pembangunan proyek tersebut, kami juga ingin anak cucu kami bisa menikmati keindahan pulau disana tanpa kurang satu pun,” lanjutnya.

Pantauan Floresa.co, dukungan untuk petisi ini terus mengalir dan bertambah setiap detik.

BACA: Peminggiran Atas Nama Konservasi: Catatan Tentang Pariwisata di Komodo

Menjawab tuntutan massa dalam aksi kemarin, Kepala Balai Taman Nasional Komodo (TNK), Budhi Kurniawan berjanji menghentikan sementara pembangunan yang sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu.

Ari D