Massa sedang bernegosiasi dengan Pol PP yang menghadang di depan kantor bupati Manggarai Barat, Senin, 6 Agustus 2018. (Foto: Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula sempat menolak bertemu dengan massa aksi unjuk rasa menolak pembangunan sarana wisata di Pulau Rinca, Senin, 6 Agustus 2018.

Massa bergerak ke kantor bupati, setelah sebelumnya mendatangi DPRD Mabar.

Di depan halaman kantor, massa yang umumnya mengendarai motor dihadang oleh puluhan Pol PP, yang melarang mereka masuk.

Perdebatan pun terjadi. Massa yang tampak kecewa kemudian menarik gas motor dan menumpuk di depan gerbang, hingga membuat lalu lintas sempat macet

Salah satu polisi mengatakan bahwa massa akan dipersilakan masuk jika “tuan rumah mengizinkan,”

“Di dalam masih negosiasi dengan bupati. Bupati belum izin,” kata seorang Pol PP.

Namun, massa tetap ngotot. Salah seorang di antaranya berteriak, ”Kebijakan yang aneh begini yang membuat Manggarai Barat hancur.”

Gabriel Pampur, seorang jubir dalam aksi itu mengatakan, mereka akan bertahan di kantor bupati jika Dula tidak bertemu mereka.

“Kami tidak akan pulang sebelum Bupati Manggarai Barat menemui kami. Baru terjadi hari ini kami diterima di jalan oleh pemerintah. Kami tidak sedang anarkis. Pemerintah berkongkalingkong dengan investor,” tegasnya.

Usai terjadi negosisasi sekitar 45 menit, akhirnya pukul 11.50 Wita masa bisa memasuki halaman kantor bupati.

Saat berita ini dipublikasi, massa sedang berdialog dengan Dula.

Ario Jempau