Floresa.co – Warga di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin esok,6 Agustus 2018 untuk menolak pembangunan sarana wisata di Pulau Rinca, salah satu habitat utama binatang langka, komodo.

Aksi ini akan dikordinasi oleh Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (Formapp Mabar).

Rafael Todowela, kordinator forum ini mengatakan, aksi berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Saat ini, di Pulau Rinca, yang masuk zona konservasi, sedang dilakukan proses pembangunan, yang dikabarkan untuk tempat istrahat dan restoran oleh PT Komodo Segara Lestari dan PT Komodo Willdlife Ecotourism.

Aksi penolakan ini, kata Rafael, digelar karena izin pembangunan sarana wisata itu “tumpang tindih dengan undang-undang tentang Konservasi dan Taman Nasional Komodo sebagai kawasan yang dilindungi.”

Mereka pun menilai hal ini sebagai bentuk “perusakan alam di Taman Nasional Komodo.”

“Pemerintah mengencingi peraturan yang dibuat sendiri dengan memberikan izin kepada investor mengelolah kawasan konservasi, lebih pro kepada investor daripada melindungi binatang komodo dan ekosistemnya dari ancama dan kepunahan akibat aktivitas manusia,” demikian kata mereka.

Peserta yang akan ikut dalam aksi ini adalah warga biasa, pemandu wisata dan aktivis.

ARL/Floresa