Martin Mitar (kiri), salah seorang nasabah AJB Bumiputera 1912 menyampaikan tuntutannya kepada Branch Manager Bumiputera 1912 Manggarai, Hironimus Jera (kanan). (Foto: Floresa)

Ruteng, Floresa.co – Martinus Mitar dan istrinya, Hendrika Dula, merasa dibohongi oleh Asuransi Jiwa Bumiputera 1912.  Keduanya merupakan pemegang polis atau nasabah asuransi tersebut.

Sang istri, Hendrika Dula seharusnya mendapat klaim asuransi sebesar Rp 21.804.000 setelah menyelesaikan masa kontraknya pada tanggal 1 Mei 2018 lalu. Namun janji pihak AJB Bumiputera 1912 untuk mentransferkan uang melalui rekening bank milik Hendrika tak kunjung ditepati.

“Kami bolak-balik ke bank untuk cek uang di rekening, ternyata uangnya belum ditransfer hingga saat ini,” ujar Martin Mitar, suami Hendrika.

Lantaran kecewa, Martin pun menghentikan polis asuransi miliknya yang seharusnya akan jatuh tempo pada 27 Mei 2023. Ia pun mendesak agar asuransi tersebut mengembalikan uang kontrak yang telah disetor selama tujuh tahun sebesar Rp 19.411.115.

“Saya hentikan kontrak karena saya menilai manajemen AJB Bumiputera sudah tidak konsisten dengan kontraknya,” ujarnya.

“Saya tidak mau mengalami kerugian lebih banyak lagi,” tambahnya.

Martin menyatakan dirinya akan datang lagi besok untuk menerima uang sesuai tuntutannya.

“Hari ini saya pulang, tapi besok saya datang lagi. Jika tidak dibayar besok, saya akan bertindak sesuai cara saya sendiri,” ujarnya dengan nada keras.

Branch Manager AJB Bumiputera 1912 Kantor Cabang Ruteng, Hironimus Jera, tampak tak berdaya menghadapi tuntutan nasabah. Ia terlihat berkali-kali menelepon pimpinan wilayah AJB Bumiputera di Kupang. Namun. pihak pimpinan tak bisa dihubungi.

“Aduh, tolong kita jaga bersama kondisi ini. Nasabah minta supaya uangnya segera dibayar. Di sini juga ada beberapa wartawan. Mereka shooting kita punya kantor,” kata Hironimus saat menelepon seseorang yang dimintai bantuannya.

Setelah ditinggal pergi oleh pemegang polis, Hironimus segera bergegas menuju ruang kerjanya. Sekitar 15 menit kemudian ia keluar dan tak langsung menemui wartawan.

Beberapa saat kemudian, ia mendatangi wartawan dan mengatakan persoalan tersebut bukan urusan wartawan, tetapi persoalan internal antara perusahan asuransi tersebut dengan pemegang polis.

“Maaf ya pak ya. Ini urusan perusahan dengan nasabah,” katanya. Kami sudah lakukan pembicaraan dari hari ke hati,” lanjut dia.

Ia mengatakan AJB Bumiputera 1912 akan membayar kewajibannya kepada nasabah atau pemegang polis.

EYS/ARL/Floresa