Dalam pesannya kepada Bupati Agustinus Ch Dula, Pastor Avent Saur melampirkan foto ini, yang menurut dia adalah warga di Desa Robo, Kecamatan Welak, Manggarai Barat. (Foto: dok.)

Floresa.co –  Pastor Avent Saur SVD, imam yang dikenal karena kepedulian terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menulis pesan terbuka kepada Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula.

Imam yang berdomisi di Ende ini menyebut, sejauh ini, Pemkab Mabar belum memperlihatkan perhatian pada ODGJ.

“Wargamu yang saya lihat sebagai orang miskin yang tersingkir dalam pelbagai aspek tersebar di mana-mana, baik di kota wisata, Labuan Bajo, maupun di pelosok-pelosok Mabar,” kata Pastor Avent dalam pesan yang ditulis pada Selasa, 26 Juni 2018 itu.

Mereka, kata dia, bergelandang di kota dan di kampung-kampung, mengurung diri di kamar dalam rumah atau juga sengaja dikurung oleh keluarganya.

“Lebih lagi, mereka dipasung, entah satu kaki, dua kaki, entah juga sekalian dua kaki dan satu tangan,” tulisnya.

Ia pun meminta agar Dula bisa mengambil langkah untuk memberi perhatian, antara lain dengan menggerakan dinas-dinas terkait, apalagi saat ini sudah ada pos anggaran khusus untuk penanganan OGDJ.

“Sudah sejak 2016 lalu, pada Dinkes dan puskesmas sudah ada program kesehatan jiwa. Masa program itu sekadar formalitas, dan pegawai yang memegang program itu hanya memegang kaku tanpa bereksekusi,” demikian kata Pastor Avent.

Berikut isi lengkap pesannya:

Bapak yang terhormat, sudah dua periode Bapak memerintah di Manggarai Barat (Mabar), Flores.

Sentuhan kebaikan dari pemerintahan Bapak di daerah yang memiliki Komodo sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia, belum dirasakan oleh sekian banyak wargamu yang dililit derita gangguan jiwa.

Wargamu yang saya lihat sebagai orang miskin yang tersingkir dalam pelbagai aspek tersebar di mana-mana, baik di kota wisata, Labuan Bajo, maupun di pelosok-pelosok Mabar.

Mereka bergelandang di kota, dan di kampung-kampung. Mereka mengurung diri di kamar dalam rumah, atau juga sengaja dikurung oleh keluarganya.

Lebih lagi, mereka dipasung, entah satu kaki, dua kaki, entah juga sekalian dua kaki dan satu tangan, sebagaimana tampak dalam gambar wargamu di Desa Robo, Kecamatan Welak, Mabar.

Warga ini menderita dalam pasungan bertahun-tahun, sementara Bapak selalu berbicara tentang politik kesejahteraan baik di ruang DPRD maupun di pelbagai tempat termasuk saat berjumpa dengan rakyat.

Warga ini pilu di pondok berdindingkan ujung-ujung bumi, dengan atap dua lembar seng usang dan dengan beralaskan papan kasar, sementara Bapak yang sudah dua periode memerintah nyaman di rumah dan kantor mewah karena dipilih oleh rakyat.

Saya membayangkan, Bapak sebagai Bupati dan Ibu sebagai wakil bupati, kurang terlalu sulit jika berkomitmen untuk mewujudkan keadilan sosial bagi warga Mabar, khususnya bagi warga yang selama ini Bapak abaikan.

Tinggal perintahkan Dinas Kesehatan, lalu Dinkes perintah para kepala puskesmas, demikian juga Dinas Sosial, untuk mendatakan warga-wargamu itu, menjadi titik awal keadilan sosial itu.

Kemudian rapatkan keputusan dengan DPRD untuk mengalokasikan anggaran buat pengadaan obat bagi mereka.

Sudah sejak 2016 lalu, pada Dinkes dan puskesms sudah ada program kesehatan jiwa. Masa program itu sekadar formalitas, dan pegawai yang memegang program itu hanya memegang kaku tanpa bereksekusi.

Entah hingga kapan, Bapak?

Sebagai sebuah Nota, sekian dulu ya. Berharap suatu waktu nanti kita akan berjumpa untuk bersama-sama menyentuh warga gangguan jiwa yang mungkin di mata Bapak, mereka kalah dalam pergumulan hidupnya. Sebaliknya pada mata saya dan relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) NTT mereka sama sekali belum kalah.

Salam keadilan.

Pastor Avent  adalah penggagas dan pendiri Kelompok Kasih Insanis (KKI), sebuah wadah solidaritas dan sosial karitatif berbasis di Ende yang dibentuk untuk membantu penyandang gangguan jiwa.

Pastor Avent Saur SVD dan Andy F. Noya, pembawa acara talkshow “Kick Andy.” (Foto: Halaman Facebook Kick Andy Show)

Ia mulai merintis pelayanan khusus ini sejak 2014, bermula dari perjumpaan langsungnya dengan seorang penyandang ganggung jiwa yang dipasung, hingga mengalamani luka borok yang mengerikan.

Profil tentangnya pernah dipublikasi di Harian Kompas. Ia juga pernah diundang untuk membagi pengalamannya dalam talkshow “Kick Andy” di Metro TV.

Pada tahun lalu, ia menerbitkan buku berjudul “Belum Kalah” yang berisi pengalaman dan refleksinya selama melayani ODGJ.

Selain aktif di KKI, imam asal Mabar ini juga menjadi redaktur pelaksana di Harian Flores Pos, koran miliki Serikat Sabda Allah atau SVD.

Rosis Adir/ARl/Floresa