Turis Asing Diperkosa di Labuan Bajo

5
4173
Ilustrasi

Floresa.coSeorang pemandu wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat dilaporkan memperkosa wisatawan asal Perancis.

Aksi pemandu wisata freelance berinisial A itu, menurut Kapolres Mabar, AKBP Julisa Kusumowardono, dilakukan saat ia mengantar wisatawan MB, perempuan berusia 22 tahun dari obyek wisata air terjun Cunca Wulang ke Labuan Bajo.

Peristiwa itu, kata Julisa, terjadi pada Selasa, 12 Juni 2018 dan kemudian dilaporkan oleh korban sehari setelahnya setelah ia dirawat di rumah sakit di Labuan Bajo.

Menurut Julisa, pada Selasa itu, pukul 12.00 Wita, korban dan pelaku berangkat menuju air terjun Cunca Wulang dengan menggunakan sepeda motor.

“Sepulang dari lokasi air terjun, pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan. Korban menolak ajakan pelaku tetapi pelaku mengancam,” katanya, seperti dilansir Pos Kupang, Selasa, 19 Juni 2018.

Ia mengatakan, A mengancam akan memanggil teman-temannya untuk memperkosa korban, jika ia menolak ajakan itu.

“Dengan terpaksa korban mengikuti ajakan pelaku untuk berhubungan badan di hutan,” kata Julisa.

Pos Kupang melaporkan, menurut informasi yang mereka peroleh, dalam perjalanan dari Cunca Wulang itu, pelaku dan korban sempat bertemu dengan beberapa orang yang sedang mabuk.

“Saat pelaku mengajak korban berhubungan badan, pelaku menakut-nakuti korban dengan mengancam untuk memanggil orang yang mabuk tadi,” demikian laporan media tersebut.

Karena korban takut akhirnya dia mengikuti keinginan pelaku.”

Setelah aksi tersebut, pelaku mengantar korban ke hotel tempat korban menginap.

Saat tiba di hotel, pelaku dilaporkan meminta lagi korban untuk berhubungan badan.

Korban yang mengalami depresi itu kemudian meminta pelaku untuk mengantarnya ke salah satu rumah sakit di Labuan Bajo. Pelaku disebut menngikuti permintaan itu, lalu melarikan diri.

ARL/Floresa

5 Komentar

  1. Pihak pemda mabar harus proaktif menjamin keamanan para wisatawan baik lokal maupun mancanegara… Hukum seberat2nya pelaku pemerkosaan.

  2. Ini menjadi pelajaran buat kita masyarakat mangagarai,terutama untuk Pemda .
    Hukum seberat beratnya pelaku tersebut,jgan Sampai hal ini membuat para wisatawan enggan berkunjung ke daerah kita lagi, kita harus menjamin keamanan Bagi para wisatawan .

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini