Tim bekerja sama untuk bisa melewati jaring dalam permainan spider web. Ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan OMK lima paroki yang dilayani para Fransiskan di Flores pada 14-17 Juni 2018. (Foto: Johnny Dohut OFM)

Mbay, Floresa.co – Sukacita begitu terasa dalam acara pada hari kedua temu Orang Muda Katolik (OMK) lima paroki yang dilayani para Fransiskan di daratan Flores.

Pertemuan itu digelar di Paroki Yesus Kerahiman Ilahi, Aeramo-Mbay sejak Kamis, 14 Juni 2018.

Acara di hari kedua pada Jumat, antara lain termasuk permainan outbound.

Ebit Nuel, OMK dari Paroki St. Fransiskus Assisi Karot cukup senang menikmati aneka permainan dalam outbound, di mana di sana kekompakan dibangun, sukacita dan keceriaan dialami dan kerja sama menjadi kekuatan.

Peserta yang masih duduk di bangku SMK ini mengaku sangat terkesan dengan permainan mouse trap (jebakan tikus). 

“Dalam permainan itu dibutuhkan feeling untuk melangkah dengan tepat. Di samping itu, juga perlu kecakapan mendengar arahan pemandu ke mana harus melangkah. Di sana ada pelajaran untuk saling mendengarkan,” katanya.

Dalam permainan mouse trap, mata pemain ditutupi kain, lalu berjalan melewati rintangan demi rintangan berupa tali yang jika disentuh maka ember air yang tergantung di atas kepala dua pemandunya akan jatuh.

Pemain harus mengikuti arahan dua pemandu yang berada di depannya agar bisa melangkah dengan tepat.

Para pemandu ini berusaha agar pemain melewati jebakan demi jebakan, lewat instruksi yang tepat.  Jika temannya gagal, menyentuh tali jebakan, air di ember akan jatuh dan dua pemandu basah kuyub.

BACA JUGA: OMK Paroki Fransiskan di Flores Gelar Pertemuan di Aeramo

Bernadeta Ajah, OM dari Paroki Aeramo mengaku terkesan dengan permainan menara air, di  mana di dalamnya ada keceriaan dan saling kerja sama dengan rekan-rekannya.

Brayen,  dari Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang mengaku tertarik dengan permainan spider web atau jaring laba-laba.

Dalam permainan ini, tali rafia dirangkai menyerupai jaring laba-laba. Tiap kelompok kemudian membantu anggotanya untuk melewati lubang jaring tanpa menyentuh tali.

“Dibutuhkan kerja sama dan kekompakan dalam kelompok,” ungkap Brayen.

Selain mouse trap, spider web, menara air, masih ada permainan lainnya yakni menuntun orang buta, vulcano track dan bola persaudaraan.

Permainan orang buta menuntun orang buta. (Foto: Johnny Dohut OFM)

Pastor Asep Cahyono OFM, penggagas dan penanggung jawab outbound mengatakan, semua permainan dipilih dan dikemas untuk menumbuhkan keakraban dan kerja sama tim, saling membantu dan saling mendengarkan satu sama lain.

“Refleksi atas permainan-permainan ini sebetulnya penting untuk dilakukan guna menemukan pesan-pesan yang bermakna untuk hidup sehari-hari.,” katanya.

“Namun, karena keterbatasan waktu, hal itu tidak sempat dilakukan. Harapannya, peserta sendiri yang menarik makna dari aneka permainan itu untuk  kehidupannya ” tambah Pastor Asep.

Selain outbound, acara para OMK yang akan berakhir pada Minggu esok ini, juga diisi dengan rekoleksi, olahraga voli dan futsal, pentas seni, kegiatan bakti sosial memungut sampah di sepanjang pantai di Marapokot dan silaturahmi dengan kaum Muslim di tiga masjid di Mbay.

Laporan Johnny Dohut OFM dari Mbay/ARL/Floresa