Pesawat TransNusa Ruteng-Kupang Batal Terbang, Penumpang Telantar

0
958
Para penumpang pesawat TransNusa rute Ruteng-Kupang telantar di Bandara Frans Sales Lega, Rabu, 23 Mei 2018 setelah pesawat yang akan memberangkatkan mereka dilaporkan rusak. (Foto: Floresa.co)

Ruteng, Floresa.coPesawat TransNusa rute Ruteng-Kupang yang dijadwalkan berangkat hari ini, Rabu, 23 Mei 2018 batal terbang karena mengalami kerusakan, di mana para penumpang kecewa karena mereka kemudian tidak dilayani dengan baik oleh pihak maskapai.

Informasi terjadinya kerusakan pesawat jenis ATR 42-500 yang hendak memberangkatkan mereka dari Bandara Frans Sales Lega disampaikan oleh perwakilan TransNusa Cabang Ruteng, Joja da Silva Sarmento.

“Kebetulan baru tadi pagi ada info, pesawatnya ada trouble (kerusakan), sehingga hari ini cancel flight (penerbangan batal),” ujar Joja.

Ia enggan berkomentar terkait hak-hak penumpang, karena mengklaim “tidak punya wewenang” menjelaskan hal itu.

“TransNusa yang dari Kupang yang punya wewenang,” katanya.

Para penumpang, yang mencapai 42 orang menyatakan kekecewaan kepada pihak maskapi atas pembatalan ini.

“Pihak TransNusa tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana diatur dalam Permenhub Nomor 89 tahun 2015,” kata Osi Gandut, salah seorang penumpang, merujuk pada penetapan aturan denda yang mesti dipenuhi pihak maskapi jika terjadi keterlambatan penerbangan.

“Bahkan, dari tadi pagi, kami tak diberi minuman segelas pun. Tempat duduk pun tak disediakan,” ujar Dodi, penumpang lainnya.

Permenhub No 89 Tahun 2015 memang mewajibkan Badan Usaha Angkutan Udara untuk memberi kompensasi kepada penumpang jika terjadi keterlambatan, yang bentuknya antara lain berupa minuman dan makanan ringan, juga kompensasi berupa ganti rugi, juga pengembalian uang tiket yang disesuaikan dengan lamanya waktu keterlambatan penerbangan.

Peristiwa ini membuat beberapa penumpang terpaksa melakukan penerbangan melalui Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat dan sebagiannya lagi harus melewati Bandara Turelelo, So’a, Kabupaten Ngada.

Namun, kata Osi, biaya perjalanan ke sana ditanggung sendiri.

Ia juga kecewa karena pihak TransNusa tidak menjelaskan apakah selisih harga tiket Ruteng-Kupang yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga tiket So’a-Kupang akan dikembalikan kepada mereka.

“Jadi, harga tiket masih sama. Padahal harga tiket lewat So’a itu jauh lebih murah dari harga tiket Ruteng-Kupang,” kata Osi, yang juga Wakil Ketua DPRD Manggarai itu.

Ia pun menuding pihak Trans Nusa berbuat sesuka hati karena merekalah satu-satunya maskapai yang menguasai penerbangan rute Ruteng – Kupang.

“Pemerintah daerah harus mengevaluasi kembali keberadaan Trans Nusa yang memonopoli penerbangan Ruteng-Kupang ini,” ujarnya.

EYS/ARL/Floresa

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini