Tembok drainase di Lamba Ketang, Kecamatan Lelak yang dikerjakan CV Charisma Mulai Abadi yang dikerjakan dengan kualitas tidak bagus.

Ruteng, Floresa.co – Kadis Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai, Adrianus Empang, menanggapi informasi tentang buruknya kualitas drainase dan tembok penahan di jalan Lamba Ketang, Kecamatan Lelak.

Adrianus langsung memanggil Direktur CV Kharisma Mulia Abadi, Marselinus Damat selaku pelaksana pekerjaan tersebut pada Sabtu, 28 April 2018. Di hadapan wartawan, ia memerintahkan Marselinus untuk segera memperbaiki pekerjaan tersebut dengan kualitas sesuai perjanjian kerja.

“Pekerjaan ini masih dalam masa pemeliharaan. Masih tanggungjawab kontraktor. Segera diperbaiki dengan kualitas yang bagus,” ujar Adrianus.

Ia mengatakan, pekerjaan tembok penahan dan drainase itu satu paket dengan pekerjaan lapen tahun 2017 lalu. Pihaknya akan mengecek lagi spesifikasi teknis dari proyek tersebut. Jika ada yang tidak sesuai, pelaksana pekerjaan wajib menuntaskannya.

“Semua kekurangan pekerjaan harus dipenuhi oleh pelaksana pekerjaan. Kalau diperiksa oleh inspektorat, kalau ada kekurangan pekerjaan maka harus dikembalikan uangnya. Dan mungkin tidak diberikan kepercayaan untuk pekerjaan selanjutnya,” ujarnya.

Baca Juga: Proyek Drainase dan Tembok Penahan Jalan di Kecamatan Lelak Berkualitas Rendah

Ia menambahkan, kontrol atas pekerjaan-pekerjaan pemerintah tidak hanya dilakukan oleh instansinya, tetapi oleh semua pihak termasuk masyarakat dan pers. Selain mengharapkan kontrol, ia mengatakan pelaksana pekerjaan harus memiliki kejujuran sehingga menghasilkan proyek yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Marselinus Damat, mengatakan pihaknya siap memperbaiki pekerjaan tersebut. Ia mengatakan, hasil pekerjaan yang tidak berkualitas itu mungkin disebabkan karena ia mempercayakan pekerjaannya pada tukang.

“Mungkin karena saya percaya saja pada tukang. Mereka bilang sudah selesai, saya percaya saja,” ujarnya.

Ia juga mengatakan kemungkinan adanya beberapa bagian pekerjaan yang tidak dikerjakan karena kesalahan RAB yang disusun oleh perencana proyek.

“Acuan kita ini kan RAB. Mungkin karena kekeliruan perencanaan,” katanya.

EYS/ARJ/FLORESA