DPRD Fraksi PKS, Marsel Ahang saat memantau kondisi proyek drainase dan tembok penahan jalan di Lamba Ketang, Kecamatan Lelak. (Foto: Dok).

Floresa.co – Kondisi sejumlah proyek yang dibangun Pemkab Manggarai tahun anggaran 2017 berkualitas rendah. Salah satunya, pembuatan drainase dan tembok penahan jalan di Lamba Ketang, Kecamatan Lelak.

Hal itu disampaikan oleh anggota DPRD Dapil Manggarai 1 (Kecamatan Ruteng dan Lelak), Marsel Nagus Ahang saat memantau kondisi proyek di Kecamatan Lelak pada Jumat, 27 April 2018 siang.

Saat itu, politisi PKS itu melakukan pemantauan proyek sebagai upaya tindak lanjut atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Manggarai tahun anggaran 2017.

“Kualitasnya rendah. Tidak ada keseriusan dari kontraktor untuk mengerjakan proyek dengan baik. Ada banyak item yang kurang. Belum lagi kualitasnya. Saya menduga ada pengurangan material sehingga temboknya tidak kuat,” tutur Marsel sambil mengorek tembok yang mudah rapuh.

Marsel ditemani dua anggota DPRD lainnya, yakni Kanisius Erom dari Partai NasDem dan Yohanes Tahun Baru dari PDI Perjuangan.

Pantauan Floresa.co, setiba di jalan Lamba Ketang, ketiga anggota dewan yang juga anggota Pansus LKPJ itu cukup detail memeriksa kondisi proyek tersebut.

Tampak permukaan drainase lebih tinggi dari badan jalan. Hal itu akan menyebabkan terjadinya genangan air pada badan jalan sehingga lapen tidak bertahan lebih lama.

Tampak juga pada dasar tembok penahan dan dasar drainase tidak dilengkapi dengan fundasi yang cukup. Bahkan pada bagian sudut drainase dan tembok penahan tersebut masih terlihat tanah yang tak ditutup dengan campuran semen.

Selain itu, nat tembok tidak dirapikan dan hanya sebagian kecil yang dilengkapi dengan acian. Pada bagian penampang tembok penahan tak ditutup dengan tanah sehingga dikhawatirkan tembok akan mudah roboh ketika curah hujan tinggi.

“Ada banyak item yang kita lihat memang tidak sesuai. Temuan ini akan kami sampaikan saat rapat di DPRD nanti,” kata Yohanes Tahun Baru.

“Proyek-proyek ini mestinya dikerjakan dengan kualitas yang bagus supaya bisa bertahan lebih lama. Dengan demikian bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tambah Kanisius Erom.

Mereka mengatakan, kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan di lokasi proyek tersebut akan disampaikan dalam rapat di DPRD agar bisa diperbaiki oleh kontraktor.

Tak.hanya ketiga anggota dewan tersebut yang mempersoalkan mutu proyek itu. Beberapa warga setempat mengatakan tembok yang dibangun tidak.cukup kuat karena material semen yang digunakan sangat sedikit.

“Ini kurang semen pak. Makanya tidak kuat,” kata Wensislaus Lahir, salah seorang warga.

Warga menuturkan, proyek pembangunan drainase dan tembok penahan tersebut dikerjakan bersamaan dengan lapen atau pengaspalan jalan.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, nomenklatur proyek tersebut adalah Peningkatan Jalan Dalam Kota Lelak + Lamba Ketang, Lapen senilai Rp 1,1 Miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2017.

EYS/ARJ/FLORESA