Kopi Arabika. (Foto: Ist)

Jakarta, Floresa.co – Varietas kopi jenis Arabika Manggarai akhirnya disertikasi oleh pemerintah pusat.

Sertifikatnya akan diserahkan oleh Presiden Joko Widodo kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ke-18 di Jakarta, Kamis, 26 April 2018.

Vincentcius Jeskial Boekan, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Politik dan Pemerintahan yang akan mewakili pemerintah Provinsi NTT untuk menerima sertifikat itu menjelaskan, perjuangan untuk mendapatkan sertifikat ini diupayakan sejak 15 tahun lalu oleh pihak provinsi bersama Pemkab Manggarai Raya (Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur) dan pihak swasta.

“Ini perjuangan panjang sekali, dan Pemprov NTT sangat bergembira karena ternyata kopi ini telah jadi kebanggaan dunia, bukan hanya di NTT dan Indonesia saja,” katanya kepada Floresa.co, Rabu sore, 25 April.

Ia menyatakan, dengan sertifikat ini, pemerintah akan terus  mendorong petani kopi untuk merawat kopi, melakukan peremajaan kopi yang telah berusia uzur sehingga kuantitas dan kualitasnya  tetap terjaga dengan baik.

BACA JUGA: 

“Tugas pemerintah provinsi dan kabupaten melalui instansi teknis terkait adalah memotivasi dan melakukan pembinaan terus-menerus. Selain itu, juga mencari peluang-peluang pasar yang lebih luas dan menjanjikan lagi, baik di dalam maupun di luar negeri,” katanya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2015, kopi ini pernah dinobatkan sebagai kopi terbaik di Indonesia dalam kontes yang digelar Asosiasi Eksportir dan Importir Kopi Indonesia di Banyuwangi, Jawa Timur.

“Kopi ini memiliki wangi saat dihirup, asamnya murni, dan bernuansa lemon. Kini, kopi  ini bahkan menjadi salah satu kopi premium yang banyak dicari penikmat kopi dunia,” katanya.

Dengan sertifikat yang disebut sertifikat indikasi geografis ini, pemerintah mengakui bahwa pemegang hak untuk jenis Kopi Arabika Manggarai adalah pemerintah di wilayah Mangggarai Raya.

ARL/Floresa