Proyektil yang Menewaskan Ferdi Berbahan Kuningan

0
3147
Ini adalah hasil rontgen yang memperlihatkan proyektil di dalam kepala Ferdinandus Taruk, warga Sondeng, Kelurahan Karot, Kabupaten Manggarai, yang menjadi korban penembakan pada 27 Maret 2018. (Foto: dok)

Ruteng, Floresa.co – Teka-teki tentang proyektil yang bersarang di kepala almarhum Ferdinandus Taruk (23), korban penembakan orang tak dikenal beberapa hari lalu, perlahan-lahan terungkap.

Meski belum menjelaskan secara rinci, namun Kepala Satuan Reskrim Polres Manggarai, AKP Wira Satria Yudha menyebutkan, proyektil tersebut berbahan kuningan.

“Kalau sepintas saya lihat, proyektil tersebut berbahan kuningan,” ujar Wira saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Selasa siang, 10 April 2018.

Proyektil sudah dikeluarkan setelah tim dokter forensik dari Polda NTT melakukan otopsi pada Minggu malam. Proyektil tersebut sudah diserahkan oleh tim dokter kepada Polres Manggarai.

“Poyektil ada sama kita. Besok saya langsung bawa ke Denpasar,” lanjut Wira.

Meski sudah menerima barang bukti itu, namun pihaknya belum mengetahui jenis dan ukuran proyektil tersebut. Ia  beralasan, tim dokter belum menyampaikan laporan resmi hasil otopsi.

Wira mengatakan, proyektil dan laporan resmi tim dokter forensik akan dibawa ke Laboratorium Forensik Cabang Denpasar untuk mengetahui pasti jenis proyektil dan jenis senjata yang menggunakannya.

Ia mengatakan, proyektil berbahan kuningan itu digunakan oleh berbagai macam senjata. Namun ia tak ingin menyebutkannya.

“Untuk jenis senjata, kita tunggu dari pemeriksaan di Denpasar,” ujarnya.

Wira berjanji, Polres Manggarai akan bergerak cepat mengungkap kasus tersebut agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama.

Ferdi ditembak pada Selasa malam, 27 Maret lalu, saat ia sedang nongkrong bersama sejumlah rekannya, juga seorang polisi di Sondeng, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong.

Dari penuturan para saksi mata, Ferdi sedang dalam posisi berdiri saat tiba-tiba ia terjatuh dan darah mengalir dari kepalanya.

Sempat dirawat di RSUD Ben Mboi Ruteng, sambil menanti keadannya membaik, untuk kemudian dioperasi di RS Sanglah, Denpasar, Bali, ia kemudian meninggal dunia pada 7 April.

Atas desakan keluarga, polisi kemudian melakukan otopsi pada 8 April, untuk mengangkat proyektil di kepala Ferdi.

Jenazahnya kemudian dikuburkan pada Senin kemarin.

EYS/ARL/Floresa

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini