Balai TNK Tindak Tegas Pemandu Wisata yang Permainkan Komodo

0
707
Salah satu Komodo yang sudah tua. Badannya sudah mengecil dan tidak banyak bergerak (Foto: Julian Avista Diaz)

Floresa.co – Pihak Balai Taman Nasional Komodo (TNK) di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak akan segan-segan memberhentikan para pemandu wisata yang ketahuan bermain-main dengan satwa Komodo saat sedang melayani wisatawan.

“Kalau tidak ada teguran keras dari pihak otoritas terhadap para pemandu yang nakal, bisa jadi berakibat pada semakin liarnya satwa purba Komodo tersebut di habitatnya sendiri,” kata Budi Kurniawan, Kepala Balai TN Komodo Budi Kurniawan seperti dilansir Antara, Senin, 9 April 2018.

Ia dikonfirmasi terkait dengan ulah sejumlah pemandu wisata bersama para wisatawan yang terekam kamera amatir saat sedang bermain-main dengan Komodo di sebuah pulau dalam kawasan TNK.

“Kami sudah memberikan teguran keras terhadap pemandu wisata yang kedapatan mengajak wisatawan bermain-main dengan satwa komodo. Mereka akan diberhentikan jika mengulangi lagi perbuatannya,” katanya.

Budi mengaku sudah mengetahui adanya aktivitas  para pemandu dan wisatawan itu.

Menurut dia, hal itu dilarang keras dan berbahaya karena dilakukan di zona inti, sekitar Pulau Nusa Kabe dan selatan Pulau Rinca.

Untuk itu, pada Jumat pekan lalu,  otoritas TNK telah memanggil pemandu wisata bersangkutan bersama pemilik kapal dan operator tur untuk diinvestigasi.

“Pemandu juga sudah membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi. Apabila mengulangi, maka akan di-blacklist oleh Balai TNK dan tidak boleh beroperasi lagi di TNK,” katanya.

Budi menegaskan, larangan ini juga berlaku untuk semua operator, pemilik kapal, dan pemandu wisata agar tidak beraktivitas ke darat di zona inti tanpa persetujuan Balai TNK.

Ia mengatakan, pihaknya segera mengeluarkan rilis peta zonasi terkait penentuan titik-titik kawasan wisata yang diperbolehkan untuk umum dan di mana zona-zona inti yang dilarang.

“Minggu depan kami akan mengeluarkan rilis peta zonasi, ini juga sebagai tindak lanjut sosialisasi untuk mencegah kejadian seperti sebelumnya terulang kembali,” katanya.

Balai TNK juga akan memasang papan peringatan di lokasi tersebut, mengingat banyaknya lalu lintas turis di area yang merupakan salah satu lokasi menyelam (dive spot) untuk kapal LOB (Live On Board).

“Selanjutnya kami terus pantau dan akan menindak tegas bagi para pelanggar aktivitas yang tidak sesuai dengan zonasi tersebut,” kata Budi.

Sebelumnya, Abed Frans, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) NTT mengecam aktivitas pemandu wisata (guide) yang mengajak wisatawan bermain-main dengan satwa komodo di kawasan wisata komodo, Pulau Flores.

“Sebagai asosiasi perjalanan wisata kami mengecam dan menyesalkan kegiatan wisata bermain-main dengan satwa komodo seperti itu,” kata Abed Frans secara terpisah di Kupang.

Dalam video yang disebarluaskan itu, tampak pemandu wisata (ranger) yang membawa para wisatawan menggunakan sekitar dua “speed boat” bermain-main dengan sejumlah satwa komodo yang berada di salah satu pantai di dalam kawasan TNK.

Sejumlah komodo yang berada di pantai kemudian berenang menghampiri pemandu wisata dan wisatawan di dalam “speed boat” atau kapal cepat dan diganggu menggunakan tongkat, kemudian kembali lagi ke pantai.

Antara/ARL/Floresa

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini