Bentrok dan Tikam dengan Pisau: Ricuh di Cancar Saat Persiapan Pesta Komuni Pertama

0
6177
Warga yang menjadi korban bentrok di Weol, Kelurahan Wae Mbeleng, Kecamatan Ruteng pada Sabtu, 7 April 2018 dirawat di RS St Damian Cancar. (Foto: dok. polisi)

Ruteng, Floresa.co Perayaan penerimaan Sakramen Ekaristi atau Komuni Pertama di wilayah Paroki St Maria Fatima Cancar, Keuskupan Ruteng baru berlangsung hari ini, Minggu, 8 April 2018.

Namun, di salah satu rumah warga yang akan menggelar pesta syukuran penerimaan sakramen itu, terjadi kericuhan sehari sebelumnya, Sabtu, 7 April, di mana satu orang warga mengalami cedera parah setelah ditikam dengan pisau.

Kejadian itu berlangsung pada sekitar pukul 20.00 Wita di Weol, Kelurahan Wae Belang, Kecamatan Ruteng.

Daniel Djihu, Kabag Humas Polres Manggarai mengatakan, kericuhan bermula saat pelaku Bruno Eferendy, warga Kampung Weol hadir di tenda yang akan menjadi tempat pesta dan mulai membuat keributan, “dengan cara mencabut kabel sound system dan memukul meja.”

Pemuda berusia 23 tahun yang biasa dipanggil Frend itu sedang dalam keadaan mabuk.

“Melihat perbuatan pelaku, warga yang berada dalam tenda acara menegur. Namun, pelaku tidak mendengarkan, malah tersinggung dan pulang mengambil pisau taji, yang digunakan dalam  sabung ayam,” katanya.

Pisau taji tersebut, kata dia, diikatkan di kedua tangan pelaku dengan  menggunakan benang.

“Sesampai di tenda pesta, pelaku memecahkan gelas dan menantang tamu yang hadir untuk berkelahi,” jelas Djihu.

Melihat perbuatan pelaku, kata dia, warga yang hadir mengeroyoknya sehingga ia jatuh.

Salah seorang warga, Elias Mujur (38) yang hendak mengangkat pelaku, malah kemudian menjadi sasaran.

“Ia disabet (pelaku) dengan menggunakan pisau taji, sehingga korban (mengalami) luka robek di bagian lengan kiri. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit St. Damian Cancar, guna mendapat pertolongan lebih lanjut,” katanya.

Setelah melakukan penganiayaan, kata dia, pelaku melarikan diri ke rumah mertuanya di Kampung Wangkung, Kecamatan Ruteng.

Jihu menjelaskan, Tim Pawas dari Polres Manggarai yang dipimpinnya, langsung ke lokasi setelah mendapatkan laporan dari masyarakat tentang kejadian tersebut.

Kapolres Manggarai AKBP Cliffry Steiny Lapian pun ikut mendatangi lokasi sekitar pukul 21.00 Wita setelah mendapat laporan bahwa kondisi masih kurang kondusif dan perlu penambahan personel untuk menjaga keamanan.

Kapolres pun membagi tugas, di mana ada polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara, mengejar pelaku dan mengamankan rumah pelaku.

Upaya pendekatan dengan korban dan keluarganya dilakukan oleh Kapolres bersama Kabag Operasi dan Kasat Binmas. Ketiganya sempat mengunjungi korban di RS St Damian.

Sementara itu, langkah menangkap pelaku membuahkan hasil pada pukul 24.00 Wita. Polisi awalnya mendengar kabar bahwa warga di Kampung Wangkung sudah mengepung pelaku, di mana kemudian tim buru sergap segera menyusul.

Kapolres pun melucur ke Kampung Wangkung. Namun, di tengah jalan, ia menjumpai tim buru sergap yang sudah membawa pelaku dan isterinya dalam mobil, sehingga ia berbalik arah menuju Mapolres Manggarai.

Mereka tiba di sana pada Minggu dini hari, pukul 00.15 Wita.

EYS/ARL/Floresa

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini