Listrik dan Sinyal Internet Tidak Stabil, Peserta UNBK di Manggarai Dihantui Kecemasan

0
458
Yustina Romas, Kepala SMK Negeri 1 Wae Ri'i bersama panitia UNVK saat diwawancarai, Senin, 2 April 2018. (Foto: Floresa.co)

Ruteng, Floresa.coPelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur tak berjalan mulus. Pasokan listrik dari PLN Rayon Ruteng dan sinyal internet dari Telkomsel yang tidak stabil menjadi penyebab adanya gangguan selama ujian berlangsung.

Seperti yang terjadi di SMK Negeri 1 Wae Ri’i, Kecamatan Wae Ri’i pada Senin, 2 April 2018, para siswa terpaksa bersabar karena berkali-kali komputer yang digunakan harus mati-hidup dan signal internetnya tidak memadai.

Disaksikan Floresa.co, sebanyak 205  peserta UNBK di sekolah itu terbagi dalam tiga sesi. Peserta ujian sesi pertama yang berlangsung pagi hari terlihat mengalami beberapa kali gangguan. Tampak proktor dan pengawas ruangan berusaha untuk menenangkan siswa yang cemas karena berkali-kali komputernya mati-hidup.

Bahkan Andrianus Noman, seorang siswa pada salah satu ruangan harus menyelesaikan ujian paling akhir setelah peserta lainnya lebih dahulu meninggalkan ruang ujian.

“Tadi komputer yang saya gunakan mati-hidup, mati-hidup terus. Saya sempat ganti komputer, tapi tetap saja mengalami hal yang sama. Saya sempat cemas, jangan sampai saya gagal mengikuti ujian. Namun, akhirnya saya bisa menyelesaikan ujian walaupun teman-teman saya sudah lebih dahulu meninggalkan ruangan,” ujarnya.

Hal serupa juga dialami para siswa lainnya. Mereka berkali-kali menunda mengerjakan soal ujian akibat aliran listrik PLN yang tidak stabil dan koneksi internet yang sering putus.

“Voltase listrik kurang stabil. Selain itu mungkin ada gangguan jaringan pada saat mengerjakan soal, sehingga harus log out ulang beberapa kali. Waktu pengerjaannya (jadi) lama,” ujar siswa bernama Apolonius Jimsi Adiputra.

Yustina Romas, Kepala SMK Negeri 1 Wae Ri’i mengatakan, arus listrik yang tidak stabil disebabkan adanya gangguan pada stavol. Namun, jelasnya, hal tersebut diatasi sehingga ujian bisa dilanjutkan.

Ada pun gangguan internet disebabkan karena sekolah hanya mengandalkan modem Flash Telkomsel.

“Internet mengalami gangguan karena kami hanya menggunakan modem. Kondisi jaringan internet sangat bergantung pada kondisi cuaca. Jika cuaca bagus, jaringan kencang. Tapi kalau hujan, jaringan agak lambat,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihak sekolah pernah mengajukan permohonan untuk pemasangan Wifi ke Telkomsel. Namun, jelasnya, hal itu tidak dilayani karena tidak adanya jaringan telepon rumah. Pihak Telkomsel juga pernah menawarkan paket lengkap UNBK sebesar Rp 200 juta, namun pihak sekolah tidak menyanggupinya.

SMK Negeri 1 Wae Rii sudah dua tahun berturut-turut melaksanakan UNBK. Meskipun fasilitas komputer yang dimiliki masih terbatas, pihak sekolah meminjam komputer dari pihak lain agar mereka bisa menjalankan UNBK.

Saat ini sekolah tersebut memiliki 24 unit komputer dan 16 unit laptop. Untuk bisa menyelenggarakan UNBK, pihaknya meminjam 24 unit komputer dan 8 unit laptop.

“Bagi kami, UNBK harus diterapkan demi menjamin integritas pelaksanaan dan hasil UN,” imbuhnya.

Sementara itu pihak PLN Rayon Ruteng mendatangkan satu unit generator dengan kapasitas 6000 Watt untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pasokan arus listrik.

Ferdinand Ambo/ EYS/ARL

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini