Ketua PMKRI Ruteng Dionisius Upartus Agat menyampaikan tuntutan mahasiswa saat dialog usai demonstrasi di Polres Manggarai, Selasa, 19 Desember 2017. (Foto: dok.)

Ruteng, Floresa.co – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang St. Agustinus Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengutuk dan mengecam keras pelaku insiden penembakan korban Ferdianus Taruk (27), warga Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, pada Rabu, 28 Maret 2018 dini hari.

Ketua Presidium Servasius Jemorang meminta Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry S Lapian mengusut tuntas, sebab, mengancam kenyamanan masyarakat.

“Oleh karena itu Kapolres Manggarai (AKBP Cliffry S Lapian) didesak untuk segera mengusut dan mengungkap identitas pelaku,” kata Servanus dalam siaran pers yang diterima Floresa.co, Kamis, 29 Maret 2018.

Servas juga menekankan agar pihak kepolisian tidak lalai menyelidiki kasus tersebut pun kalau pelakunya anggota kepolisian.

Baca Juga: Kapolres Manggarai Akui Ada Polisi di Lokasi Penembakan Warga

“Jangan sampai riwayat kasus ini sama seperti penembakan di Manggarai timur, pada 23 September 2017 yang proses penyelesainnya tidak transparan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Servas juga menghimbau agar masyarakat tetap berwaspada serta menyerahkan proses penyelesaian kasus ini kepada pihak yang berwajib.

“PMKRI Cabang Ruteng, berkomitmen mengawal proses penyelesaian kasus ini sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap korban dan keluarga khususya dan masyarakat umumnya,” tegasnya.

Sebelumnya, AKBP Cliffry mengakui salah satu anggota kepolisian berada di tempat penembakan Ferdinandus. Namun, katanya, polisi tersebut tidak membawa senjata api. Sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki.

Sementara, Ferdinandus paska penembakan itu langsung dibawa ke rumah sakit umum Ruteng. Hasil ronsen menemukan sebutir peluru bersarang di kepalanya. Rencananya, korban akan dirawat di Denpasar-Bali.

EYS/ARJ/Floresa