Para mahasiswa di Bali yang tergabung dalam Amanat NTT-Bali menggelar aksi penggalangan dana pada momen Hari Valentine, Rabu 14 Februari 2018 untuk membantu keluarga asal Manggarai Timur yang dirawat di RS Sanglah, Denpasar dan mengalami kekurangan dana. (Foto: Remigius Nahal)

Denpasar, Floresa.co – Para mahasiswa di Bali masih terus melakukan upaya penggalangan dana untuk membantu keluarga asal Manggarai Timur (Matim) yang sedang merawat anak mereka di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar.

Keluarga pasangan Gregorius Goang (48) dan Yuliana Mei (33) asal Kampung Sok, Desa Compang Ndejing itu sudah lebih dari empat bulan berada di Bali untuk menjalani operasi anak tunggal mereka, Thomas Aquino Goang (2) yang lahir tanpa lubang anus dan jantungnya bocor.

Meski untuk biaya perawatan ditanggung oleh BPJS, namun, mereka kini tidak memiliki biaya untuk membiayai kebutuhan selama berada di Bali.

Para mahasiswa sudah merespon situasi ini dengan kegiatan ngamen, yang dimulai sejak Senin, 12 Februari 2018. Acara itu dikordinasi oleh komunitas peduli literasi bernama Lapak Pustaka (Lapuk).

BACA:

Melanjutkan upaya, itu, kelompok mahasiswa lain yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa NTT (Amanat) Bali memilih memanfaatkan perayaan Hari Valentine pada Rabu, 14 Februari 2018 untuk mengggalang dana.

Mereka besama-sama turun ke Lapangan Puputan untuk mengamen.

Rofinus Bou, ketua Amanat mengatakan, mereka ingin memaknai Valentine, tidak hanya untuk mengucapkan kata-kata saling menyayangi, tetapi juga dikonkretkan dengan kesiapsediaan membantu sesama yang membutuhkan.

“Itulah makna kasih sayang yang sesungguhnya,” katanya.

Manitilus Jo, anggota Amanat yang ikut juga dalam aksi tersebut mengatakan, Valentine selama ini selalu identik dengan tukar kado.

“Kami memberi warna berbeda dalam merayakan Hari Valentine tahun ini,” katanya.

“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa membantu keluarga adik kami dan orang tuanya yang mengalami kekurangan dana,” katanya.

Jumlah uang yang mereka peroleh dalam kegiatan itu adalah  Rp. 1.040.000 yang kemudian diserahkan langsung kepada orang tua Thomas di RS Sanglah.

Hadir dalam penyerahan itu Rofinus Bou yang didampingi Kabid Humas Amanat, Remigius Nahal dan beberapa anggota lainnya.

Kepada Floresa.co, sembari menitik air mata, Gregorius, ayah Thomas menyatakan terima kasih kepada seluruh mahasiswa. Ia pun meminta doa agar anaknya cepat sembuh.

Para mahasiswa menyerahkan dana hasil ngamen kepada Gregorius Goang, ayah Thomas Aquino Goang. (Foto: Remigius Nahal)

Rofinus mengatakan, mereka masih akan melanjutkan proses pengggalangan dana beberapa hari ke depan, yang tidak hanya terkonsentrasi di Lapangan Puputan, tetapi juga di lokasi lain.

“Yang lainnya kita akan suruh untuk ngamen di taman kota Lumintang dan di lampu merah”, ujar pria asal Malaka itu.

Alumni IKIP PGRI Bali itu menjelaskan, tenyata dunia ini didominasi oleh banyak orang baik.

“Terima kasih untuk semua orang yang sudah menyumbangkan  donasi. Berbicara soal kasih adalah berbicara tentang tindakan,” katanya.

Sementara itu, merespon pengumuman yang sempat disampaikan Floresa.co dalam salah satu artikel terkait keluarga ini, ada pembaca yang sudah tergerak menyalurkan bantuan via transfer ke rekening para mahasiswa di Bali, untuk kemudian diserahkan ke keluarga pasien.

Remigius Nahal/ARL/Floresa

Catatan Redaksi: Jika ada pembaca yang tergerak membantu meringankan beban keluarga ini, silahkan menyalurkan bantuan melalui No: Rekening BNI 0426236295, a.n Hendrikus Djenarus, perwakilan mahasiswa di Bali. Mohon agar bukti transaksi dikirimkan ke [email protected]. Untuk dana yang diterima, kami akan sampaikan kepada Anda laporan penyerahannya kepada keluarga pasien.