Nila Tanzil, pendiri Taman Bacaan Pelangi bersama beberapa pejabat di Ende saat meresmikan salah satu perpustakaan. (Foto: Taman Bacaan Pelangi)

Floresa.co – Organisasi nirlaba Taman Bacaan Pelangi selama sepekan meresmikan 18 perpustakaan baru untuk anak-anak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rangkaian acara peresmian dilakukan sejak Kamis pekan lalu hingga Kamis esok, 15 Februari 2018.

Total buku yang tersedia di perpustakaan-perpustakaan itu sebanyak 22.500 eksemplar, umumnya adalah buku cerita yang akan dinikmati oleh 3.183 anak.

Nila Tanzil, pendiri Taman Bacaan Pelangi mengatakan, mereka menyasar wilayah Ende setelah sebelumnya mendirikan perpustakaan serupa di tiga kabupaten di Flores Barat, yakni Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan baik dan kerja sama yang luar biasa dengan pihak Dinas Pendidikan dan masing-masing sekolah mitra di Ende,” katanya.

Perpustakaan-perpustakaan itu didirikan di SDI Barai 1, SDI Paupanda 1, SDI Ende 7, SDI Bhoanawa 1, SDK Ende 8, SDN Roja 6, SDI Paupanda 2, SDI Ende 13, SDI Waturaja, SDI Roja 2, SDI Wolowona 2, SDI Ende 14, SDI Ende 12, SDN Ende 1, SDI Tetandara, SDK Roworeke 2, SDN Ende 5 dan SDI Bhoanawa 2.

Menurut Nila, proses pembangunannya bekerja sama dengan organisasi internasional Room to Read, yang memiliki tujuan yang sama, mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak di Flores.

Petrus Guido No, Kepala Dinas Pendidikan Ende mengatakan, mereka berterima kasih atas kepedulian Taman Bacaan Pelangi terhadap kualitas pendidikan anak-anak di Ende.

“Memang akses buku di daerah kami masih sulit dan masih banyak sekolah-sekolah yang tidak memiliki perpustakaan,” katanya.

Situasi di dalam salah satu perpustakaan yang didirikan Taman Bacaan Pelang di Ende. (Foto: Taman Bacaan Pelangi)

“Kalaupun ada, hanya gedungnya saja, buku-buku dan sistemnya belum ada. Kerjasama dengan Taman Bacaan Pelangi ini sangat membantu kami,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, para guru memuji perpustakaan yang telah didirikan.

“Mereka sangat bangga,” katanya, apalagi lanjut dia, “para guru juga diberikan pelatihan tentang pengelolaan perpustakaan dan teknik membuat anak jadi suka membaca, sehingga kini kemampuan dan pengetahuan mereka pun bertambah.”

Nila menjelaskan, 18 perpustakaan itu akan menjadi perpustakaan model.

“Kami harap pemerintah daerah dapat mereplikasi model perpustakaan ini ke sekolah-sekolah lainnya di Ende dengan anggaran dana yang mereka miliki,” katanya.

“Dengan demikian, akan semakin banyak anak-anak di Ende yang dapat menikmati buku bacaan anak yang berkualitas dan terinspirasi untuk berani bermimpi besar,” lanjutnya.

Menurut Nila, dengan dibukanya 18 perpustakaan baru ini, maka total perpustakaan ramah anak yang telah didirikan oleh organisasinya sejak berdiri pada 2009 adalah 81 buah, yang tersebar di 15 pulau di Indonesia Timur, beberapa di antaranya Adalah di Lombok, Sumbawa, Sulawesi, Flores, Timor, Alor, Banda Neira, Halmahera Selatan dan Papua.

Jumlah terbanyak, kata dia, ada di Flores yang mencapai 51 buah.

ARL/Floresa