Para mahasiswa di Bali ngamen untuk mengumpulkan dana bagi keluarga bayi yang lahir tanpa lubang anus dan menderita penyakit bocor jantung. (Foto: Remigius Nahal)

Denpasar, Floresa.co – Para mahasiswa asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang kuliah di Bali mengambil langkah konkret untuk membantu seorang bayi yang lahir tanpa lubang anus dan menderita penyakit bocor jantung.

Bayi berusia dua tahun itu, Thomas Aquino Goang adalah putra dari pasangan keluarga petani Gregorius Goang (48) dan Yuliana Mei (33), warga Kampung Sok, Desa Compang Ndejing, Kabupaten Manggarai Timur. Kini, bayi yang hadir di usia ke-15 tahun pernikahan Gregorius dan Yuliana itu dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar.

Keluarga Thomas sudah empat bulan di Bali. Biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan, namun, mereka membutuhkan biaya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Mendapat kabar tentang situasi keluarga ini, para mahasiswa dari berbagai kampus di Bali memilih berupaya menggalang dana, dengan mengamen di jalanan.

Kegiatan itu dimulai Senin awal pekan ini. Digelar bersamaan dengan program baca gratis dari Komunitas Lapak Pustaka (Lapuk) Bali di Lapangan Puputan, mereka berhasil mengumpulkan dana Rp 304.000.

Rabu sore ini, 14 Februari Februari, bertepatan dengan Hari Valentine, mereka yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa NTT ini bakal mengamen di Pasar Kumba Sari.

Gio Dapang, salah seorang mahasiswa yang ikut dalam kegiatan itu mengatakan, mereka hendak meringankan beban keluarga Thomas.

“Setidaknya hasil dari kegiatan ngamen ini cukup untuk menutupi kebutuhan hidup mereka,” kata mahasiswa jurusan akuntansi di Universitas Warmadewa Denpasar itu.

Ia menjelaskan, ngamen ini rencananya akan berlanjut selama beberapa hari ke depan, dengan harapan hasil yang didapat bisa maksimal.

Pasangan Gregorius Goang (48) dan Yuliana Mei (33) sedang menemani bayi mereka, Thomas Aquino Goang yang dirawat di Rumah Sakit Sanglah Denpasar, Bali. (Foto: Remigius Nahal)

Diberitakan floresa.co sebelumnya, awalnya Thomas dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr Ben Mboi di Ruteng, di mana ia menjalani operasi kolostomi, membuat lubang di bagian perutnya.

BACA: Bayi yang Lahir di Usia ke-15 Tahun Pernikahan: Tanpa Lubang Anus, Jantung Pun Bocor

Beberapa bulan lalu, bayi itu kembali divonis menderita penyakit bocor jantung, yang karena keterbatasan fasilitas dan tenaga medis  di RSUD Ben Mboi, dirujuk ke Bali.

Kini, keluarga kecil ini melewati hari-hari mereka di Ruangan Angsoka, Lantai 3 Nomor 5, RS Sanglah.

Gregoris menjelaskan, menurut dokter, Thomas akan dioperasi sekitar 2 atau 3 bulan lagi.

Para dokter, kata dia, sebenarnya menjadwalkan operasi pada pekan lalu. Namun, karena kondisi fisik anaknya belum fit, maka ditunda.

Operasi jantung, jelasnya, akan jadi prioritas, baru setelahnya pembuatan lubang anus.

Sebelum ke Bali, katanya, mereka sudah mengajukan berkas permohonan bantuan ke Dinas Sosial Matim.

Namun, kata dia, pihak dinas menjawab, bantuan belum bisa diberikan karena ada masalah yang tidak dijelaskan secara rinci.

Dinas Sosial pun mengarahkan dirinya untuk coba membawa berkas tersebut ke Bagian Kesejahteraan Masyarakat. Namun, hingga saat ini, belum ada tindak lanjut dari pemerintah.

Remigius Nahal/ARL/Floresa

Catatan Redaksi: Jika ada pembaca yang tergerak membantu meringankan beban keluarga ini, silahkan menyalurkan bantuan melalui No: Rekening BNI 0426236295, a.n Hendrikus Djenarus, perwakilan mahasiswa di Bali. Mohon agar bukti transaksi dikirimkan ke [email protected]. Untuk dana yang diterima, kami akan sampaikan kepada Anda laporan penyerahannya kepada keluarga pasien.