Dalam foto ini yang beredar di kalangan para wartawan, tampak Marianus Sae sedang memasuki gedung KPK. (Foto: Ist)

Floresa.co – Pasca Bupati Ngada, Marianus Sae terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK dan ditetapkan sebagai tersangka, DPD PDIP NTT menggelar rapat di sekretariatnya di Kupang, Senin, 12 Februari 2018.

Rapat yang dipimpin Ketua DPD, Frans Lebu Raya dan Sekretaris, Gusti Beribe itu menghasilkan tiga hal.

Salah satunya adalah menilai OTT terhadap Marianus  sebagai permainan politik yang sangat keji.

Hasil rapat DPD itu diterima melalui pesan WhatsApp dan dibacakan di hadapan wartawan oleh Wakil Ketua Bidang Pemilu DPC PDIP Manggarai Timur, Roni Agas di Borong, Senin siang.

“DPD berpandangan bahwa kejadian yang menimpa saudara MS adalah suatu permainan politik yang sangat keji,” ujar Roni Agas didampingi Ketua DPC PDIP Matim, Wily Nurdin.

DPD PDIP NTT juga sepakat untuk terus melanjutkan proses Pilgub  NTT untuk memenangkan pasangan calon gubernur/wakil gubernur yang telah ditetapkan dalam pleno KPUD NTT hari ini.

Karena itu, kepada seluruh kader dan jajaran partai mulai dari DPD hingga Anak Ranting tetap membangun soliditas dan terus meningkatkan kerja-kerja pemenangan, terutama kepada kaum perempuan untuk solid memilih satu-satunya figur perempuan Emilia Nomleni menjadi Wakil Gubernur.

MS sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Senin 12 Ferbuari karena dituding menerima uang suap Rp 4,1 miliar dari kontraktor yang biasa mengerjakan proyek di Ngada.

Ia ditangkap Senin kemarin di Surabaya. KPK turut mengamankan empat orang lain yang terlibat kasus ini, termasuk kontraktor Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu (WIU).

EYS/ARL/Floresa