Selama Februari, NTT Masih Berpotensi Alami Cuaca Ekstrim

0
331
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo. (Foto ANTARA/Bernadus Tokan)

Floresa.co – Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama bulan ini, demikian kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo.

“Gelombang di perairan laut memang sudah mulai berangsur kondusif, tetapi diperkirakan untuk bulan Februari 2018, masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem,” kata Ota Welly seperti dilansir Antara NTT.

Selama dua hari terakhir ini, cuaca mulai membaik yang ditandai dengan hujan yang sudah mulai mereda, setelah lebih dari dua pekan NTT dilanda hujan deras, disertai angin kencang.

Akibatnya, terjadi bencana di sejumlah wilayah di NTT dan kapal-kapal feri juga menghentikan pelayaran ke semua lintasan penyeberangan karena gelombang yang sangat tinggi mencapai 7 meter.

Dia menambahkan, informasi tinggi gelombang di wilayah perairan NTT mulai 4 Pebruari 2018 sudah mulai kondusif.

Tinggi gelombang di perairan NTT berkisar 0.75 meter – 1.5 meter kecuali yang masih perlu diwaspadai wilayah Perairan Selatan NTT karena tinggi gelombang masih berkisar dua meter, katanya.

Kondisi ini diakibatkan tekanan udara di selatan NTT berangsur-angsur naik, katanya dan menjelaskan berdasarkan hasil analisa BMKG, kondisi terkini yakni 1-7 Februari 2018, tekanan udara di selatan NTT pada siang-malam hari 1008 Hecto pascal (Hpa).

Artinya, tekanan udara di selatan Nusa Tenggara Timur mulai turun dan cuaca mulai membaik, tetapi dari hasil analisa, selama Februari masih ada potensi cuaca ekstrem.

Karena itu, diharapkan kepada seluruh masyarakat daerah itu agar selalu update informasi yang dikeluarkan BMKG, untuk mengurangi risiko terjadinya bencana.

Antara NTT/ARL/Floresa

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini