Chaidir Manikkisatrio, merintis sendiri bisnis agen tur wisata. (Foto: Floresmuda.com)

Floresa.coMenginjak usia 22 tahun, Chaidir Manikkisatrio, seorang pemuda di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar) mulai membuka mata dan pikiran tentang peluang kerja untuk menunjang kehidupannya.

Berawal dari modal nekat, pemuda yang akrab disapa Rio ini, akhirnya merasakan keberhasilan dari bisnis perjalanan wisata yang dikelolanya sendiri.

Beberapa waktu lalu, Rio menemui Flores Muda dengan gayanya yang sederhana. Ia hanya mengenakan kaos oblong berwarna hijau muda dan celana pendek selutut berwarna hitam. Rio memapah dua tas berisi kamera dan laptop miliknya. Sepanjang wawancara, pemuda asal kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ini lebih banyak tersenyum lebar dan sesekali tertawa lepas.

Rio membagi pengalaman hidup dan perkembangan bisnis perjalanan yang sedang ia tekuni. Putra ketiga dari pasangan Abdul Ipur dan Siti Aysah ini mengaku ingin mandiri sedini mungkin. Ia pun memulai bisnis perjalanan wisata di Labuan Bajo atas inisiatifnya sendiri.

“Awalnya saya hanya coba-coba. Karena sering lihat instagram teman yang juga kerja begini, terus saya ikut dan saya rasa ini menjanjikan,” aku Rio sembari tertawa.

Ia memulai bisnis perjalanan wisata ini  karena terinspirasi dari salah seorang kenalannya yang biasa ia panggil Bung Afif. Bung Afif tersebut adalah seorang pemandu wisata asal Padang yang menjalankan bisnis perjalanan wisata di Labuan Bajo. Ia pun mengenal Bung Afif secara tidak sengaja pada pertemuan mereka di salah satu kafe yang berada di kota Labuan Bajo.

“Saya tanya dia; kerjanya apa? Dia bilang, tukang antar tamu. Di situ saya kaget. Kami lalu saling follow akun instagram. Saya sering lihat postingannya bagus-bagus di instagram. Saya pikir; ‘Orang Padang saja bisa, kenapa kita yang asli Labuan Bajo, tidak mencoba?’”

Baca kisah lengkap tentang Rio di Floresmuda.com: Modal Nekat, Rio Mandiri Lewat Bisnis Jasa Perjalanan Wisata