Mabar Jadi Fokus Pengamanan Selama Natal dan Tahun Baru

0
556
Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso. (Foto: kupang.tribunnews.com)

Floresa.coKabupaten Manggarai Barat (Mabar) menjadi salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai prioritas pengamanan oleh aparat di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama Natal dan Tahun Baru.

Kapolda NTT, Irjen Pol Agung Sabar Santoso mengatakan, kondisi geografis Mabar yang berbatasan langsung dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat memungkinkan teroris atau kelompok radikal masuk melalui daerah tersebut.

“Daerah ini cukup rawan dari ancaman teror karena berbatasan langsung dengan Bima, yang mana kelompok radikal ada di daerah tersebut,” katanya di Kupang Kamis, 21 Desember 2017 saat memimpin Operasi Lilin Turangga 2017.

Selain Mabar, jelasnya,Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka juga menjadi fokus utama polisi.

Tahun ini, pengamanan untuk Natal dan Tahun Baru di NTT melibatkan 4.170 personel gabungan.

Polisi menerjunkan 2.439 orang, TNI 424 personil dan 1.300 orang dari jajaran Satpol PP, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Pemadam Kebakaran, Basarnas, Pramuka dan Tokoh Pemuda.

Merekan akan disebar di 67 pos pengamanan dan 31 pos pelayanan.

Total ada 2.879 gereja di seluruh NTT yang akan dijaga.

Agung menjelaskan, mereka juga menempatkan sejumlah penembak jitu di tempat-tempat yang dianggap rawan.

“Kepada orang-orang yang mencoba mangacaukan atau mengganggu perayan Natal, saya perintahkan (aparat) agar mengambil tindakan tegas,” katanya.

Seara nasional, terdapat 250.000 personel  yang dikerahkan untuk membantu pengamanan Natal dan Tahun Baru tahun ini.

“Kami belum mendeteksi adanya ancaman serangan oleh kelompok teroris,” kata Kapolri, Tito Karnavian.

“Namun, kita harus tetap waspada,” ujarnya.

Awal bulan ini, pasukan anti-teror Densus 88 menangkap 20 tersangka teroris di empat provinsi

“Kami menangkap sebagian besar kelompok yang kami anggap berpotensi meluncurkan serangan teror,” jelas Tito.

Indonesia telah mengalami serangkaian insiden mematikan, termasuk serangan malam Natal di tahun 2000 yang menyebabkan 18 orang tewas dan sejumlah lainnya cedera.

Pada tahun 2002, sebuah bom di sebuah klub malam Bali membunuh lebih dari 200 orang.

Sementara itu, pada Januari tahun lalu, serangan bom bunuh diri dan penembakan di Jakarta yang diklaim didukung oleh kelompok militan ISIS menewaskan delapan orang.

ARL/Floresa

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini