Marianus Sae tampak sedang mengendarai motor menyusuri wilayah Manggarai Timur. (Foto: dok)

Jakarta, Floresa.coDewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan menegaskan tidak akan mengubah keputusan memilih Marianus Sae (MS) sebagai calon gubernur NTT, merespon langkah sejumlah kader partai itu yang memilih mengundurkan diri karena merasa kecewa.

MS, Bupati Ngada dua periode resmi diumumkan sebagai calon yang diusung PDIP bersama Partai Kebangkitan Bangsa pada Minggu, 17 Desember 2017.

Pasca putusan itu, sejumlah kader mereka, termasuk Ray Fernandez, Bupati Timor Tengah Utara (TTU) yang juga ramai diisukan bakal diusung partainya menyatakan mundur dari status kenganggotaan karena kecewa dengan penetapan MS.

Menanggapi hal itu, Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDIP mengatakan, bergabung atau keluar dari partai merupakan sikap yang dijamin konstitusi partai.

“Ketika seseorang menjadi anggota partai, diawali dengan mengajukan surat permohonan sebagai anggota dan ketika yang bersangkutan mundur hanya gara-gara urusan pencalonan, maka sikap tersebut dapat diterima,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Floresa.co, Selasa, 19 Desember 2017.

Hal itu, kata Hasto, lebih ksatria dibandingkan harus dipecat karena pelanggaran disiplin partai.

Ia menjelaskan, penetapan paslon NTT telah melalui mekanisme kelembagaan baik melalui survei, pemetaan internal, maupun pertimbangan strategis kepartaian.

Hasto menambahkan, berpartai adalah menyatukan diri dengan kepentingan ideologis partai guna membumikan Pancasila dalam seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kepentingan individu menjadi relatif ketika masuk ke partai,” katanya.

Ia pun menjabarkan, terkait penetapan MS, hal itu dilakukan setelah perwakilan DPP, Djarot Saifullah mengunjungi NTT untuk bertemu para tokoh dan menampung aspirasi masyarakat.

“Marianus Sae dinilai berprestasi, mampu membawa perubahan di Ngada dan didampingi oleh Ir. Emmilia Julia Nomleni, kader perempuan senior partai,” katanya.

Menurutnya, dalam catatan DPP partai, Ngada merupakan kabupaten pertama yang keluar dari ketertinggal dalam waktu tiga tahun dengan empat prioritas utama yang dilakukan MS, yakni infratruktur, kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

“Prestasi ini tentu diapresiasi oleh DPP partai,” katanya, sambil menambahkan, “karena itu penetapan MS sudah final.”

ARL/Floresa