Beberapa suster dan para pejabat yang melintasi jalan menuju Elar pada Jumat 15 Juli 2016 terpaksa harus keluar dari mobil agar kendaraan mereka itu bisa melewati bagian jalan yang rusak parah. (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Floresa.coTokoh masyarakat, sebagiannya para pastor dan suster dari wilayah Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo, mengeluhkan masalah jalan yang menurut mereka menjadi masalah abadi.

Beberapa dari 15 orang yang menandatangani surat ini adalah Herman Todjong, Marsel Dande, Romo Urbanus Djatang dan Suster  Benedikta KFS yang semuanya menetap di Wukir, sebutan umum untuk wilayah Kecamatan Elar dan Elar Selatan.

Beberapa lain merupakan warga Wukir diaspora, antara lain Romo John Tala Pr, yang bertugas di Sorong, Papua; Pater Maksi Dolla OFM, misionaris di Vietnam; Pastor Otto Gusty SVD, dosen STFK Ledalero.

Dalam surat ini yang salinannya didapat Floresa.co, Jumat, 15 Desember 2017, mereka menyatakan kehilangan harapan kepada pemerintah lokal untuk memperhatikan nasib mereka.

“Pemerintah daerah tutup mata. Bupati tidak tahu ke mana? Gubernur? DPRD? Semua ke mana?,” tulis mereka.

Karena itu, mereka berharap, ruas jalan itu yang kini masuk kategori jalan kabupaten, berubah status jadi jalan negara, agar mendapat perhatian langsung dan serius dari Presiden Jokowi.

“Tolong BUATkan kami JALAN, juga JEMBATAN untuk membuka akses ke Wukir dan daerah sekitarnya, dan melihat BUPATI dan GUBERNUR kami yang “MUNGKIN” lagi TIDUR diatas KASUR JABATAN,” pinta mereka.

Berikut isi lengkap  surat tersebut:

JADIKAN JALAN STRATEGIS INI SEBAGAI JALAN NEGARA

Kepada

Yth. Bapak Presiden RI Joko Widodo,

Bapak Presiden terkasih, inilah gambar buram wajah pertiwi (tepatnya di Wukir, desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Propinsi NTT), yang sedang Bapa Presiden tata dan tingkatkan (Foto). Di belahan pulau Flores, tanah FLOBAMORA yang bagian baratnya terkenal dengan binatang purba KOMODO, dengan pulau-pulau kecil nan indah permai, ternyata menyimpan tragedi, yang sudah berpuluhantahun didiamkan, dan buruknya oleh masyarakat diterima sebagai kehendak Tuhan yang mahaesa.

Nama Wukir atau kecamatan Elar dan Elar Selatan mungkin tidak masuk dalam pengetahuan Bapak sebagai wilayah yang ada di NKRI, yang menjunjung tinggi Pancasila und UUD 1945, dan atau sebagai daerah terbelakang yang terbentang di bumi Congkasae (sapaan akrab untuk tanah Manggarai). Mungkin juga Wukir dan daerah sekitarnya ini tidak masuk dalam bagian proses percepatan pembangunan yang menggunakan APBN seperti yang Bapak canangkan untuk PAPUA dan daerah lain Indonesia kita tercinta. Wukir dan Manggarai Timur pada umumnya mungkin juga tidak termasuk daerah potensial yang layak dikembangkan baik Infrakstruktur maupun manusianya. Tapi sebagai satu bagian INDONESIA, Wukir dan daerah sekitarnya yang berada di desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, dan di bawah tanggungjawab Pemerintahan kabupaten Manggarai Timur, SELAYAKNYA langsung berada di bawah PERINTAH Bapak PRESIDEN.

Mengapa?

Ribuan manusia yang tinggal di sekitar daerah ini tidak memiliki akses pembangunan seperti yang Bapak kobarkan di daerah lain. Ketika musim hujan tiba, seluruh akses dari dan ke Wukir dan daerah sekitarnya putus total. Pemerintah daerah tutup mata. Bupati tidak tahu kemana? Gubernur? DPRD? Semua kemana? Haruskah Masyarakat, Ummat, seperti kata Ebiet G Ade, penyanyi balada kebanggaan Indonesia, “mesti bertanya pada rumput yang bergoyang?” Sebagai putra Wukir, saya memohon Bapak untuk memperhatikan kami warga Bapak ini. Potret buram infrakstruktur ini kiranya menjadi bagian yang bisa Bapak perhatikan dan selesaikan.

Tolong BUATkan kami JALAN, juga JEMBATAN untuk membuka akses ke Wukir dan daerah sekitarnya, dan melihat BUPATI dan GUBERNUR kami yang “MUNGKIN” lagi TIDUR diatas KASUR JABATAN, kami memohon untuk menjadikan jalan STRATEGIS yang melintasi KISOL – PAAN LELENG – MBATA – MAMBA – WUKIR – ELAR – MOMBOK – BEA LAING sebagai JALAN NEGARA.

Tokoh Masyarakat:

Bpk. Herman Todjong – Wukir;  Bpk. Marsel Dande – Wukir; Romo Urbanus Djatang – Wukir; Suster  Benedikta KFS – Wukir; Bpk. John Langging – Maumere; Bpk Ferdi Rondong – Surabaya; Pater Juan Orong,– SVD – STFK Ledalero; Pater Boni Langgur OFM – Sumatra Utara; Romo John Tala Pr – Sorong; Pater Maksi Dolla OFM – Vietnam; Dr. Vincent Adi Gunawan – Theologische Hochschule St. Augustin Jerman; Agateus Ngala SVD – Jerman; Dr. Otto Gusty SVD,STFK Ledalero; P. David Jerubu SVD, Ruteng; Rm Ivan Arianto,Paroki Mamba; Don Bosco Doho .S.Phil.MM.CET.CHt London School of Public Relations- Jakarta.

ARL/Floresa