Dirut PT MMI, Yus Mahu: Polisi yang Minta Uang

4
2159
Yustinus Mahu, Direktur utama PT MMI

Floresa.co – Yus Mahu, direktur utama PT Manggarai Multi Investasi (MMI), perusahan milik Pemda Manggarai mengakui bahwa uang Rp 50 juta yang ditemukan di laci Kasatreskim Polres Manggarai,  Iptu Aldo Febrianti saat terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin, 11 Desember 2017 adalah uang darinya.

Namun, kata Yus, uang itu bukan merupakan suap.

“Mereka (yang) minta uang (itu). Mereka minta Rp 50 juta,”, kata Yus di Ruteng, Kamis, 14 Desember.

Ia menjelaskan, saat menemui Aldo, ia datang bersama seorang stafnya.

Yus menyebut eksplisit nama oknum polisi yang meminta uang itu dan buktinya masih ia simpan.

“Yang minta ke saya itu  Komang . Dia punya SMS masih  saya simpan. Dia telpon saya terus menerus,” katanya, sambil menambahkan, ada oknum lain bernama Fandy yang juga aktif menghubunginya.

Kata Yus, ia merasa diteror. “(Saya) merasa diancam toh, kalo ditelpon terus-menerus.”

Ia mengaku sudah dimintai keterangan oleh Polda NTT yang menangani kasus ini.

ARL/Floresa

4 Komentar

  1. Sy sangat prihatin dgn mental dari oknum aparat Polisi yg terindikasi memeras, Perlu dipertanyakan krebilitasnya sebagai penegak hukum….jangan2 kerjax mrk hanya utk memeras pengusaha saja…ata kah sistem di lembaganya hrs demikian?

  2. Berarti yg turut terlibat meminta uang ini juga harus diproses. Cerita2 bgni sdah lama dikeluhkan oleh para kontraktor. Akhirnya terkuak dan terbongkar juga. Usut sampe tuntas.

  3. kalau masalah narkoba, pembeli dan penjual narkoba keduanya di bui,
    seharusnya masalah korupsi juga sama, pemberi dan penerima uang harus di bui.
    jaman sekarang, kog di gertak polisi utk minta uang langsung jatuh cinta dengan memberi uang.
    polisi koruptor harus di lawan mas. kalau perlu pakai cara mahasiswa, teriak2 di depan kantor polisi utk mengolok-olok polisi yang korup apalagi dalam hal kontraktor yang di maksud sduah jelas ada bukti.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini