Floresa.co – Beberapa hari terakhir, wilayah sekitar Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai digegerkan dengan kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Benediktus Kejuru (51), warga kampung Bonar, Desa Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara, Manggarai tewas mengenaskan setelah mengalami laka lantas di tikungan Wae Garit, Kelurahan Mena, Kecamatan Langke Rembong, Rabu, 6 Desember 2017 pagi.

Guru Agama Katolik pada SDI Lengor, Rahong Utara itu diduga terpental setelah sepeda motor yang dikendarainya menyeruduk mobil truck milik kongregasi misionaris SVD yang dikendarai Hubertus Bilo (45).

Suami dari Yuliana Jedia itu tewas di tempat. Ketika dievakuasi petugas ke RSUD dokter Ben Mboi Ruteng, ayah enam anak itu tak lagi bernyawa.

Baca: Ini Penyebab Kecelakaan di Wae Garit yang Menewaskan Seorang Guru

Selain insiden maut itu, pada hari yang sama ternyata sempat terjadi laka lantas yang luput dari perhatian media. Hanya berselang dua setengah jam sebelumnya, terjadi laka lantas di Kelurahan Karot.

Pantaleon Fransiskus Jelehot (18) mengalami luka dan patah tulang paha kiri serta luka sobek pada telapak kaki kanan. Siswa kelas XI SMK St Mathilda Ruteng itu mengendarai sepeda motor Yamaha Mio tanpa plat nomor polisi menuju sekolahnya.

Setiba di jalan raya Karot sekira pukul 07.10 Wita, ia tiba-tiba ditabrak oleh Ignasius Susanto Segot (30) yang mengendarai sepeda motor Honda Sonic dengan nomor polisi EB 4205 EJ. Korban yang cedera berat pun segera dilarikan ke RSUD dr Ben Mboi Ruteng untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, pada malam sebelumnya, Selasa, 5 Desember 2017, terjadi insiden serupa di jalan raya Ahmad Yani, tepatnya di depan gerbang kampus STKIP St Paulus Ruteng. Seorang mahasiswi, Fitria Dafrosa Jonto (21), yang hendak menyeberangi jalan raya setelah keluar dari kampusnya pada pukul 19.55 Wita, tiba-tiba ditabrak dari samping.

Sebuah sepeda motor Honda Supra X 125D tanpa plat nomor polisi yang dikendarai Efridus Kembali (22) melaju kencang. Fitria yang disambar pun terpental dan mengalami luka dan patah tulang betis kanan.

Pengendara dan seorang penumpangnya yang sama-sama tidak menggunakan helm itu mengalami luka lecet pada beberapa bagian tubuhnya.

“Hari ini kami sibuk sekali menangani kasus laka lantas. Sejak tadi malam, tadi pagi, kecelakaan terus,” ujar Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Kepolisian Resor Manggarai, Aiptu Raji, kepala Floresa.co, Rabu, 6 Desember 2017 sore.

Sebelumnya, pada Minggu, 3 Desember 2017 sekira pukul 19.35 Wita, terjadi laka lantas di jalan negara Reo-Ruteng, tepatnya di depan Hotel Agung, Kelurahan Karot. Remaja Kelurahan Watu, Reynhald Frenata Sitepu alias Ucok, yang berboncengan sepeda motor Yamaha Zupiter Z tanpa nomor polisi dengan adiknya, Gregorius P Sitepu, menabrak bagian belakang kanan mobil dump truck Mitsubishi Colt Diesel 125 Canter yang sedang parkir pada bahu jalan bagian kiri.

Ucok meregang nyawa meskipun sempat mendapat pertolongan medis di RSUD dr Ben Mboi Ruteng. Sedangkan adiknya sempat tak sadarkan diri akibat luka patah yang dialaminya. Kondisi kedua kakak beradik itu luka parah. Selain keduanya tak mengenakan helm, Ucok diduga  mengemudikan sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

Aiptu Raji mengatakan memasuki bulan Desember ini rasanya kondisi lalu lintas di Manggarai semakin rawan.

“Diharapkan kepada para pengendara agar hati-hati dan taat aturan lalu lintas,” ujarnya. (EYS/Floresa).¬†