Lagi, Satpol PP Kembali Hentikan Pembangunan Hotel di Labuan Bajo

3
1977
Satpol PP dan pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum Manggarai Barat sedang berdialog dengan perwakilan pihak Hotel Mawar, Selasa 10 Oktober 2017, sebelum menyegel bangunan hotel yang baru beroperasi seminggu. (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali hentikan pembangunan hotel di Labuan Bajo, pada Rabu, 6 Desember 2017.

Hotel lantai dua tersebut yang kabarnya miliki salah satu investor diduga tidak mendapat ijin dari dinas-dinas terkait.

“Kita sudah hentikan. Bahkan seluruh peralatan yang digunakan para tukang, sudah kita angkut ke kantor Pol PP siang tadi,” ujar Kepala Satpol PP John Karjon kepada Floresa.co.

Selain itu, kata Karjon, alasan penghentian pembangunan hotel yang terletak di Kampung Tengah, Kelurahan Labuan Bajo itu karena dibangun di kawasan ruang terbuka.

“Itukan ruang terbuka, dia lalu bangun hotel. Tadi kita sudah hentikan, selama ini Pol PP sudah melarang untuk tidak boleh membangun,“ jelas Karjon.

Sejauh ini, kata Karjon, langkah Pemda untuk mengantisipasi pembangunan hotel di ruang terbuka ialah koordinasi antar instansi terkait.

“Plt Kabag (pelansana tugas kepala bagian-red) perijinan sudah mengeluarkan surat untuk tidak boleh mengeluarkan rekomendasi di kawasan open space itu, agar tidak boleh lagi ada yang mendirikan bangunan.”

“Tadi Plt kepala perijinan sudah keluarkan surat ke camat Komodo agar tidak mengeluarkan rekomendasi lagi,” ujarnya.

Sementara, terkait 14 bangunan yang akan digusur sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Mabar Agustinus Ch Dula Nomor 232/KEP/HK/2017 terkait bangunan yang tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan menyalahi aturan tata ruang, kata Karjon, sudah ada beberapa yang tidak dilanjutkan pembangunannya.

“Ada yang rehab sendiri, ada yang tidak melanjutkan pembangunannya.”

“Untuk bangunan Maksi Nggaus, dia sendiri yang akan melanjutkan pembongkaran khusus di lantai dua. Kita memberi waktu selama 30 hari. Jika tidak, maka kita akan eksekusi,” ujar Karjon.

Lebih lanjut, jelas Karjon, saat dikelurkannnya SK Bupati Dula tersebut, beberapa pemilik bersedia melakukan pembenahan.

“Untuk hotel mawar, sudah dua kali kita surati tetapi tidak ada tanggapan. Dalam waktu dekat, terpakasa kita bongkar,” jelasnya.

Sementara terkait 3 bangunan milik Hendrik Candra yang bangunan di Patung Komodo, tepat di depan Puskesmas Labuan Bajo, juga akan segera ditertibkan.

“Ada tiga bangunan milik Hendrik Candra yang akan dieksekusi. Ketiganya dibangun tidak mengantongi IMB dan juga dibangun di atas ruang milik jalan” tutupnya. (Ferdinand Ambo/ARJ/Floresa).

Advertisement

3 Komentar

  1. slmt siang. alngka baiknya hrs di klarifikasi nama pemilik 3 bangunan yg tdk menganutungkan IMB,karena nama yg di tuliuskan di floresa tdk sesuai dgn pemilik 3 bngunan yg tdk mengantongi IMB.perlu sya kasi tau bahwa nama hendrik chandra adalh pemilik hotel bajo di kmpung tengah dan dia tdk punya bangun yg lain slain hotel bajo.jdi mohon di klarifikasi nama tersebut.jka sya slh mohon maf dan sya tdk berniat apa2.trmkasi

  2. Jangan panas panas tai ayam saja proses penertiban bangunan yang tidak memiliki IMB di Manggarai Barat. Sebagai masyarakat kami hanya mengharapkan agar pemerintah tidak bersikap diskriminatif terhadap prosea penertiban bangunan yang ilegal dan tanpa memiliki ijin. Coba kalau pemda berani tertibkan bangunan Hotel bertingkat di Kampung Tengah. Jangan kalau masyarakat cepat sedangkan pemilik modal tidak berani seakan akan kejantanan pemerintah hilang.

  3. jadi pahlawan kesiangan memang sangat mudah….hanya mampu membokar tapi membangun tidak,,,!!!!!!

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini