Kecelakaan di Wae Garit, Warga Asal Rahong Utara Tewas

3
9441
Benediktus Kejuru (51), warga asal Kampung Bonar, Desa Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai tergeletak di jalan tikungan Wae Garit, Kelurahan Mena, Kecamatan Langke Rembong, Rabu, 6 Desember 2017 setelah mengalami kecelakaan. (Foto: dok. polisi)

Ruteng, Floresa.co Seorang warga asal Kampung Bonar, Desa Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai tewas setelah mengalami kecelakaan di tikungan Wae Garit, Kelurahan Mena, Kecamatan Langke Rembong, Rabu, 6 Desember 2017.

Informasi yang diperoleh Floresa.co, saat ini jenazah korban sedang berada di RSUD dr Ben Mboi Ruteng. Di pelipis kanan dan bagian belakang kepalanya tampak luka.

Belum diketahui persis bagaimana kronologi kecelakaan yang menimpa warga bernama Benediktus Kejuru (51) itu.

Kerabat korban yang berada di ruang jenazah RSUD Ruteng tidak mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan, sedangkan pihak kepolisian belum memberikan keterangan.

Dari foto yang beredar, hanya tampak sepeda motor korban jenis Honda Supra X dengan nomor polisi EB 4449 EH tergeletak pada bagian kiri jalan dengan roda depan keluar dari badan jalan.

Herman Mbagut, paman korban menuturkan, korban datang dari arah Ruteng dengan membawa barang-barang belanjaan untuk dibawa ke Ranging, Desa Todo, Kecamatan Satar Mese, berhubung sehari sebelumnya adik dari ayah korban meninggal dunia.

Isteri dan beberapa anak korban pun sedang berada di Ranging untuk melayat, kecuali salah satu putrinya yang sedang sekolah di Ruteng.

Di sepeda motornya, masih tampak dua ekor ayam dan barang-barang belanjaan yang terbungkus tas kresek warna hijau yang hendak dibawah ke Ranging.

Korban yang berprofesi sebagai Guru Agama Katolik di SDN Lengor itu meninggalkan seorang istri dan enam orang anak.

Kerabatnya mengaku kaget dengan peristiwa itu lantaran mengenal korban biasa mengendarai sepeda motor dengan sangat pelan.

“Ia tidak biasa mengemudikan sepeda motor dengan kencang. Ia biasanya jalan pelan. Makanya, kami kaget  dia mengalami kecelakaan sampai meninggal,” tutur seorang kerabat yang dibenarkan beberapa orang lainnya.

BACA JUGA: Ini Penyebab Kecelakaan di Wae Garit yang Menewaskan Seorang Guru

Mengetahui ayahnya sudah tidak bernyawa, Filo, Putri korban yang kini kelas XI SMAK Setia Bhakti Ruteng menangis histeris di kamar jenasah.

EYS/ARL/Floresa

Advertisement
BAGIKAN

3 Komentar

  1. Maaf sebelumnya,,,
    Kalau bisa buat foto korban kecelakaan seperti ini,gambar korbannya di sensor/di blur,,,,
    Bukankah sudah ada UU nya

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini