Ahang vs PKS dan Deno

0
768
Marsel Ahang, anggota DPRD Manggarai.

Floresa.co – Marsel Nagus Ahang, anggota DPRD Manggarai kembali membuat polemik pada 29 November lalu dalam sidang paripurna. Ia terlibat adu mulut, yang nyaris berubah jadi adu fisik dengan rekannya sesama anggota.

Itu bukan kali pertama bagi politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menimbulkan kegaduhan.

Sebelumnya, ia pernah terlibat konflik serupa, termasuk dengan wakil ketua DPRD, Simprosa Gandut.

Kegaduhan Ahang pada 29 November lalu bersinggungan dengan kekecewaannya pada Bupati Deno Kamelus yang juga Ketua DPD II Partai Amanat Nasional (PAN), yang ia anggap sudah lompat pagar, mengintervensi urusan internal partainya.

BACA: Sidang Paripurna DPRD Manggarai Ricuh, Ahang dan Masir Nyaris Baku Pukul

Kata Ahang, Deno meminta Ketua DPD II PKS, Rustam Kelilauw untuk mengganti dirinya, setelah ia terlibat masalah sebelumnya pada 25 November, dimana ia mengamuk dan melempar gelas air mineral di dalam ruangan sidang.

“Apa urusan dia dengan partai kami? Dia kan Ketua PAN,” ujar Ahang.

Ia mengatakan, akibat intervensi Deno, dirinya mendapat peringatan untuk pergantian antarwaktu (PAW) dari partainya.

Kepada Floresa.co, Deno sudah membantah hal itu dan mewanti-wanti Ahang agar tidak memfitnah.

BACA: Deno Tuding Ahang Fitnah

“Tuduhan tanpa fakta dan bukti adalah fitnah dan fitnah itu delik pidana,” kata Deno.

Dikonfirmasi Floresa.co terkait tuduhan Ahang terhadap Deno, Rustam Kelilaw menjawabnya dengan tertawa dan memilih membela Deno.

“Hahah… biasa itu. Marsel sedang bersandiwara dengan pernyataannya, seolah-olah benar ada konspirasi antar PKS dan Ketua PAN,” katanya.

Rustam memang tidak menampik bahwa Deno menghubunginya terkait kegaduhan Ahang. Namun, ia menyebut itu sebagai hal yang wajar mereka lakukan sebagai sesama pimpinan parpol pendukung pemerintah.

“Berbagi informasi sering kami berdua lakukan,” katanya.

Ia pun menegaskan, pemanggilan terhadap Ahang bukan karena intervensi Deno.

“Partai ini punya martabat dan harga diri yang harus tetap dijaga. Marsel harus sadari itu. Dia sedang membunuh dirinya sendiri,” kata Rustam.

Ia menambahkan, banyak reaksi yang disampaikan ke dirinya terkait kegaduhan Ahang. Bahkan, jelas dia, sejumlah konstituen meminta agar ia segera mengambil sikap yang tegas.

“Marsel harus sadari bahwa dia adalah representasi PKS. Segala tutur kata, sikap dan tingkah lakunya harus berdasarkan cerminan partai, bukan tindakan arogan dan tak beretika yang sedang dia peragakan bebrapa hari ini,” katanya.

Dituding memfitnah dan tidak beretika, ditambah tidak dibela partainya, Ahang tetap ngotot bawah dirinya tidaklah salah.

Ia pun lagi-lagi menuding Deno berbohong. “Ah, bohong dia itu,” sergahnya ketika dihubungi Floresa.co.

Ia pun membenarkan bahwa dalam pertemuan dengan Rustam, ia diberitahu bahwa Deno menginginkan agar ia diganti.

“Waktu saya dipanggil, Pa Rustam menyampaikan bahwa Pa Deno menelepon agar (PKS) segera mengantikan saya,” ujar Ahang.

Padahal, kata dia, tidak ada masalah antara dirinya dengan PKS.

“Kalau memang ada penyalahan kode etik yang saya lakukan, silakan MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) melakukan penyelidikan terhadap saya”, katanya.

Ia menyebut, suara kerasnya di lembaga dewan pasti tidak menyenangkan bagi pemerintahhan Deno, yang juga ikut didukung partainya.

“Yang saya lakukan ini jelas membuat ia terganggu”, katanya kepada Floresa.co.

Menurut Ahang, sikap kerasnya terkait dengan sejumlah kejanggalan yang terjadi selama dua tahun belakangan ini.

Pemenang tender proyek-proyek di Manggarai, kata dia, diberikan kepada orang-orang yang berjasa bagi kemenangan Deno saat Pilkada.

“Kasihan kan masyarakat manggarai,” katanya. “Proses tender hanya formalitas saja. Orang-orang yang jadi pemenang sudah ada.”

Ia pun mengklai, “sepanjang saya melakukan pengawasan terhadap kerja pemerintah, sah-sah saja.

Namun, sikap keras Ahang direspon dengan tidak kalah tegasnya oleh PKS.

Rustam mengatakan, akan ada sanksi untuk Ahang atas perilakunya.

“Internal DPD sedang membahas dan menelaahnya,” katanya, sambil menambahkan, jenis sanksi itu tentu akan mempertimbangkan dengan matang mudarat dan manfaatnya.

Ferdinand Ambo/EYS/ARL/Floresa

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini