Sebulan Pasca Dikerjakan, Ruas Jalan di Kecamatan Kuwus Ini Rusak Parah

0
2068
Foto : Warga

Kuwus, Floresa.co – Masyarakat Dusun Todo, Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku kecewa lantaran proyek jalan di wilayah itu diduga dikerjakan asal-asalan.

Pasalnya, ruas jalan yang menghubungkan Kampung Nggorong-Todo-Ranggu itu, sekitar sebulan pasca dikerjakan, sudah rusak parah.

“Kami masyarakat Dusun Tado Desa Ranggu, sangat kecewa. Beda sekali dengan harapan kami warga. Kendaaran baru lewat, aspal pun turun,” kata Rofinus Hanudin kepada Floresa.co, Sabtu 3 Desember 2017.

Proyek jalan itu ialah alokasi anggaran anggaran 2017 itu. Dikerjakan atas permintaan warga Tado kepada Pemerintah Mabar agar jalan di kampung mereka itu segera di tingkatkan statusnya, dari telfor ke lapen.

Dikerjakan terhitung mulai 10 Agustus 2017 oleh CV Karunia Sejati Agung, selama 120 hari dengan nilai kontrak Rp 1.112.352.000.

Warga pun berharap, Pemda Mabar mendatangai lokasi proyek sehingga dapat melihat langsung setiap titik yang rusak.

“Kami berharap semua pihak terkait sama-sama memperhatikan jalan ini, agar apa yang kami sampaikan tidak dianggap bohong,” ucapnya.

Lebih lanjut Rofinus menjelaskan, dari total panjang ruas proyek itu, lebih banyak yang rusak ketimbang yang bagus.

“Andai saja banyak yang baik, mungkin kami toleransi. Dari asas manfaat, kami mendapat proyek jalan ini atas ‘lele tuak, kapu manuk’ (memohon) ke Pemerintah Mabar.”

Eme nenggoo kali hasil lele tuak kapu manuk dami ga, ole ite (jika hasilnya cuma seperti ini) sangat kecewa kami ini,” sesalnya.

Dirinya pun membandingkan kualitas proyek jalan itu dengan di tempat lain.

“Yang membuat kami menyesal, di ruas jalan lain (dibandingkan) dengan proyek ini kualitasnya sangat bagus. Mengapa ruas jalan di kampung ini berbeda sekali kualitasnya,” ungkap Rofinus.

Selain proyek jalan, renovasi pembangunan rehap Puskesmas Werang dengan anggaran hampir 1 miliar juga diduga bermasalah. Menurut Ketua DPR Mabar, Blasius Jeramun proyek tersebut juga dikerjakan asal-asalan.

“Kerja tidak tuntas, sangat amburadul. Apalagi keramiknya tidak dikerjakan menyeluruh, alasan mereka dana kecil. Inikan sangat aneh,” kata Jeramun. (Ferdinand Ambo/ARJ/Floresa).

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini