Edi Endi Keluhkan Masalah TNK, Johnny Plate: Pilih Edi Jadi Bupati

0
1010
Johnny Plate, DPR RI Dapil NTT 1 Fransi Nasdem saat mennggelar reses di Labuan Bajo, Sabtu (4/11/2017).

Labuan Bajo, Floresa.co – Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) Edi Endi beberkan sejumlah masalah di Taman Nasional Komodo (TNK) di hadapan DPR RI Johnny Plate saat reses masa persidangan pertama tahun 2017-2018 di Labuan Bajo, Sabtu 4 November 2017 lalu.

Menurut Edi, salah satunya masalah tersebut ialah ancaman terhadap jumlah populasi binatang purba itu akibat kekurangan makanan.

“Yang terjadi saat ini, makanan komodo seperti rusa hampir setiap bulan diburu. Bahkan pembantaian itu sudah sering kali terjadi,” katanya. “Kalau makanan komodo sudah habis, bukan tidak mungkin komodo ikut punah,” ujarnya.

Baca Juga: Ratusan Karung Sampah Terkumpul dari Taman Nasional Komodo

Selain rusa yang terus diburuh, tambah Edi, sarang burung walet yang ada di wilayah TNK juga hampir tidak ada. “Sarang burung walet di TNK nyaris sudah tidak ada dan yang boleh patroli hanya pihak TNK,” ungkapnya.

Kekayaan alam lainnya di wilayah TNK, beber Edi juga disasak. “Bajunya TNK, kasat mata banyak yang menghilang dan sekarang rusa juga wallet juga sumber lain di perairan nyaris tidak ada.”

“Kalau ditanya siapa pelakunya mereka bilang pencuri, ketika ditanya pencurinya siapa, hanya mereka yang tahu,” ujar Edi.

Edi juga meminta kementerian terkait memberi kepercayaan kepada putra-puteri NTT menjadi kepala TNK. Sebab selama ini, ketika ada persoalan di wilayah TNK, solusi yang cepat adalah pergantian kepala TNK.

”Sudah banyak putra atau putri NTT yang memenuhi kualifikasi. Selama ini, setiap ada permasalahan, solusi yang diambil mengantikan kepala TNK yang ada,” ujarnya.

Terkait fakta dan keluahan yang disampaikan Edi, Johnny Plate yang juga bosnya di partai asuhan Surya Paloh itu tidak menampik. Bahkan Johnny meminta masyarakat dorong Edi jadi orang nomor satu di kabupaten tersebut.

“Benar sekali yang disampaikan oleh pak Edi, supaya pak Edi bisa urus semua dengan baik, pilih dia jadi bupati, karena ini pekerjaan pemerintah daerah,” ujar Johnny.

Menurut Johnny, pemerintah daerah (Pemda) Mabar mestinya peka terhadap persoalan yang ada agar tidak kehilangan aset dan pendapatan.

“Harus disadar betul komodo itu tidak hanya ada di Mabar, sekarang ini juga sudah ada di wilayah Manggarai Timur”.

“Artinya komodo ada sainganya. Karenanya itu perlu dikelola secara baik manajemenya, agar ada manfaaat untuk masyarakat dan dunia. Memang dalam rangka mengatur itu, banyak bentur kepentingan,” ujarnya.

Bagaimana Efek Pariwisata Bagi Warga Kampung Komodo?

Dirinya berjanji akan menemui Menteri kehutanan Siti Nurbaya untuk menyampaikan persoalan teknis yang terjadi di TNK.

“Saya akan teruskan ke menteri kehutanan dan saya ingin mendengar langsung, dan apakah mereka tahu masalah teknis seperti yang disampaikan saat ini.”

“Tetapi komodo harus dikelola dalam satu manajemen yang baik, kalau tidak punah. Sebab komodo ini barang hidup,” katanya.

Selain Edi, Lasarus warga Desa Nggorang, Kecamatan Komodo yang kala itu menghadiri tatap muka tersebut kepada Johnny meminta agar pemerintah pusat menyerahkan pengelolaan TNK ke Pemda Mabar.

Warga itu mengklaim, satu sumber pendapatan pajak terbesar di wilayah Mabar adalah dari taman nasional komodo (TNK).

“Kami minta pa Johnny Plate sampaikan ke kementerian agar TNK di kelola pemda Mabar. TNK salah satu kawasan penghasilan terbesar saat ini, namun untuk Pemda Mabarnya tidak ada,” ujar Lasarus.

Baca Juga: Agar Masyarakat NTT Tak Tersingkir di Tengah Kemajuan Pariwisata, Apa Kuncinya?

Menanggapi permintaan  warga tersebut, Johnny mengatakan bahwa pendapatan dari TNK tidak seberapa jika dibandingkan industri pariwisata lainnya. Dia pun mendorong agar masyarakat dan didukung oleh Pemda untuk mengembangkan bisnis pariwisata sehingga  bisa menambah sumber pendapatan.

“Soal PAD itu tidak seberapa, yang besar itu industri pariwisatanya, itulah yang menjadi pekerjaan pemerintah, sehingga kita tidak hanya menjadi penonton,” tutup Johnny. (Ferdinand Ambo/ARJ/Floresa).

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini