Pentas Teater, Cara Seminari Tinggi Ritapitet Maknai Hari Sumpah Pemuda

0
313
Fr Yansen Paji, salah satu aktor dalam pementasan teater bertajuk "Tanda Tanya, Tanya Tanda" di Seminari Tinggi St Petrus Rirapiret, Minggu 29 Oktober 2017. (Foto: dok.)

Maumere, Floresa.co – Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere-Flores mementaskan teater dalam rangka memaknai Hari Sumpah Pemuda.

Teater bertajuk “Tanda Tanya, Tanya Tanda” ini dibawakan oleh para frater yang bergabung dalam kolompok Teater Tanya, Minggu, 29 Oktober 2017, sehari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Romo Ansel Liwu, moderator Teater Tanya menegaskan dalam sambutan pembukanya arti penting ke-Indonesiaan yang menurutnya harus diperjuangakan dalam bingkai semangat Sumpah Pemuda.

Ke-Indonesiaan itu, kata dia, tampak dalam penghargaan terhadap keberagaman.

Ia menambahkan, kaum muda menjadi tulang punggung bangsa dalam merajut kebhinekaan.

Sementara itu, Frater Ardi Suhardi, Ketua Teater Tanya menjelaskan tema besar pementasan, yaitu summetria atau keseimbangan.

Menurutnya, perjuangan kaum muda untuk merawat nasionalisme pada dasarnya haruslah proporsional, tidak menonjolkan kelompok tertentu dan mengabaikan yang lain.

Naskah teater itu merupakan hasil karya Frater Ansel Langowuyo.

Salah satu adegan dalam pementasan teater “Tanda Tanya, Tanya Tanda.”(Foto: dok.)

Ia mengatakan, konsep naskah berangkat dari latar belakang sejarah kelompok Teater Tanya, yang lahir pada masa-masa transisi dari pemerintahan Orde Baru menuju Orde Reformasi, tepatnya pada tanggal 16 September 1997.

“Teater ‘Tanda Tanya Tanya Tanda’ menampilkan sisi sastrawi dari kenyataan sosial politik era Orde Baru yang seringkali membungkam suara-suara kritis masyarakat,” katanya.

“Melalui pementasan ini, kami juga mau menunjukkan idealisme kaum muda yang tidak akan padam memperjuangkan nasionalisme yang bebas dari setiap tekanan”, lanjut Frater Ansel.

Teater Tanya memiliki motto “Suara Kami Belum Pensiun” dan semboyan “Kami tidak tahu apa yang anda tanyakan, tetapi kami tahu apa yang tidak anda tanyakan”.

Beberapa mahakarya kelompok ini yang pernah dipentaskan antara lain, ‘Antigone’, ‘Hamlet’, ‘Naga Lalang’, ‘Api Air Api’, dan Mencari Yamin’.

Pementasan teater pada setiap peringatan Sumpah Pemuda adalah program wajib mereka setiap tahun.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini juga dimeriakan dengan acara seni lain, yakni pertunjukan monolog berjudul “Bendera Puisi, Puisi Bendera” yang dibawakan Frater Ansel, sosok yang dikenal sebagai pemonolog kawakan di kalangan para frater.

Ada juga musikalisasi puisi dan puisi berantai dari IKIP Muhammadiyah Maumere, musikalisasi cerpen dari Universitas Nusa Nipa dan musikalisasi puisi dari Kelompok Sastra KAHE.

Pementasan berlangsung meriah hingga selesai pada pukul 22:30 Wita.

Anno Susabun/ARL

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini